Harga BBM Turun? Jangan Senang Berlebihan. Kenapa? Ini penyebabnya

Written By Asep Irwan on Tuesday, 20 January 2015 | 22:31

Sumber gambar diakses dari bisnis.liputan6.com
Harga BBM (Bahan Bakar Minyak) kembali turun. Senin kemarin tanggal 19 Januari 2015, pemerintah kembali menurunkan harga BBM setelah sebelumnya pada 1 Januari 2015 pemerintah juga menurunkan harga BBM. Harga BBM premium kini menjadi Rp 6.600 setelah sebelumnya Rp 7.600 dan harga solar menjadi Rp 6.400 setelah sebelumnya Rp 7.250. Turunnya harga BBM memang terasa menyenangkan karena perekonomian bisa lancar dan terjangkau. Namun meskipun harga BBM telah turun, bahkan sebanyak dua kali, namun kita harus tetap tak bisa senang berlebihan. Kenapa? Ini dikarenakan hal-hal berikut ini :

Harga Yang Fluktuatif
Penurunan harga BBM saat ini jelas adalah imbas dari merosotnya harga minyak dunia. Artinya jika sewaktu-waktu harga minyak dunia kembali tinggi, maka bukan tidak mungkin harga BBM didalam negeri kembali naik lagi. Memang harga BBM saat ini adalah harga fluktuatif yang setiap saat bisa berubah. Pemerintah sendiri merencanakan harga BBM ini akan dievaluasi setiap dua minggu sekali setelah sebelumnya dievaluasi satu bulan sekali.

Harga Tanpa Subsidi
Kabar lain dari harga BBM terkini yang sudah bisa dipastikan adalah bahwa harga BBM saat ini adalah harga BBM tanpa subsidi. Ya, pemerintah memang sudah tak lagi mensubsidi BBM (kecuali solar). Harga tanpa subsidi ini artinya harga yang ditetapkan pada pemakainya sudah sesuai dengan pengeluaran pemerintah saat mengimpor minyak. Meski dengan alasan memindahkan subsidi pada kegiatan pembangunan, namun harga tanpa subsidi jelas membuat rakyat ketar-ketir jika seandainya harga minyak dunia kembali naik lagi.

Harga Terendah
Berita terburuk dari semua kabar harga BBM saat ini adalah kabar tentang rencana pemerintah yang akan menetapkan harga terendah untuk BBM non subsidi ini. Menurut beberapa media, karena harga BBM yang fluktuatif ini, pemerintah akan menetapkan harga terendah BBM sebesar harga yang telah ditetapkan per-19 Januari 2015 kemarin. Tentu harga terakhir yang sekarang berlaku adalah harga yang jauh dari harapan masyarakat. Masyarakat tentu ingin harga BBM masih bisa turun lagi, karena minyak dunia yang kini harganya terus merosot. Bahkan ada beberapa anggapan bahwa harga BBM yang terakhir ditetapkan pemerintah ini tidak sesuai dengan harga minyak dunia yang seharusnya. Artinya, pemerintah dianggap mengambil untung dari harga minyak yang sebenarnya. Wadu duh.. ckckckck...

Penulis sih berharap semoga saja tidak ada kongkalikong pemerintah saat menetapkan harga BBM. Dan perlu diketahui bahwa BBM adalah komoditas publik yang menyangkut hajat hidup orang banyak. BBM memang sangat berdampak pada aspek kehidupan lain karena harga BBM akan cepat berkaitan dengan harga-harga publik yang lain, seperti harga kebutuhan pokok, tarif transportasi dan harga-harga lainnya. Maka pemerintah tak boleh main-main dengan komoditas bahan bakar minyak ini. Tunjukkan segera bahwa pengalihan subsidi BBM selama ini bisa membawa hasil yang cepat dirasakan rakyat dengan kepuasan.

Nusantara, 20 Januari 2015

Ditulis Oleh : Asep Irwan ~asepsandro

Muh.Akram Anda sedang membaca artikel berjudul Harga BBM Turun? Jangan Senang Berlebihan. Kenapa? Ini penyebabnya yang ditulis oleh asepsandro yang berisi tentang : Dan Maaf, Anda tidak diperbolehkan mengcopy paste artikel ini.

Blog, Updated at: 22:31

6 komentar:

  1. biar gimana pun, ane tetep suka taon 2006 gan, dimane bensin masih harga 4500. ane juga ga terlalu seneng sama turun nye bbm, malah kesel, malah bikin penduduk beli motor banyak, penyebab kemacetan deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. itulah kehidupan... gaya zambrong.. haghaghag... :D

      Delete
  2. Harga BBM yg turun tak di imbangi sama bahan pokok/ kebutuhan lainnya juga ongkos angkutan publik yg enggan utk diturunin. Ga bawa dampak postif juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. ini juga salah satunya yang harus dikritisi... makasih udah mampir ke blog saya :)

      Delete