4 Penyebab Macetnya Daerah Pasar Tradisional

Written By Asep Irwan on Thursday, 29 January 2015 | 20:13

Sumber gambar diakses dari tribunnews.com
Pasar tradisional adalah pasar rakyat yang merupakan tempat ekonomi bertemunya para penjual dan pembeli. Pasar tradisional memang sebuah legenda yang tak akan pernah bisa tergantikan walau kini pasar modern dengan konsep supermarket dan minimarket sedang bertumbuh. Meskipun bau, becek dan apapun itu yang membuat buruk citra pasar tradisional, entah mengapa masyarakat masih saja lebih suka ke pasar tradisional. Namun ada satu fenomena yang kini sudah mulai menggejala di balik dan disekitar pasar tradisional. Fenomena tersebut adalah kemacetan. Selidik punya selidik dari pengamatan penulis ternyata ada beberapa hal yang membuat kawasan pasar tradisional menjadi macet. Teori si komo? Itu mah sudah lewat dan tidak relevan lagi. Lalu apa saja hal-hal yang membuat macet di pasar tradisional tersebut? Berikut penjelasannya.

Pedagang Kaki Lima
Meski pasar tradisional ini memiliki kawasan khusus untuk para penjual, namun tak sedikit penjual yang menggelar dagangannya diluar kawasan yang ditentukan. Sasarannya jelas, trotoar jalan hingga beberapa ada yang mengambil sedikit bahu jalan. Mereka para penjual yang menggelar dagangannya di sisi luar pasar ini seringkali disebut pedagang kaki lima. Tapi bukan artinya penjualnya punya kaki lima lho ya.. hehehe.. Lokasi strategis adalah alasan yang seringkali dinyatakan para penjual saat ditanya tentang hal ini. Maka jika jumlah para pedagang kaki lima ini semakin banyak, kemacetan tentulah sebuah hal yang pasti terjadi dan tak terelakkan.

Angkot Yang Ngetem
Dimana angkot paling banyak berhenti? Tentu ditempat yang banyak orang, dan salah satunya tempat itu adalah di pasar trasdisional. Pasar tradisional memang selalu menjadi incaran para sopir angkot untuk bisa mendapatkan lebih banyak penumpang. Maka tak ayal jika ngetemnya angkot-angkot ini kemudian membuat kawasan pasar tradisional menjadi macet.

Pembeli Lalu Lalang
Pasar tradisional memang selalu menjadi pilihan masyarakat untuk membeli kebutuhannya sehari-hari. Pasar tradisional yang tak pernah sepi dari pembeli ini (kecuali malam hari ya.. hehehe..) tentunya semakin membuat ramai dan akhirnya macet pun tak bisa terhindarkan. Kenapa bisa macet? Ya tentu saja karena banyak orang dari para pembeli ini yang lalu lalang kesana kemari untuk beraktivitas, dan salah satunya naik turun angkot (angkutan kota).

Tidak Ada Aparat
Terakhir, yang juga menjadi penyebab macetnya daerah pasar tradisional adalah tidak adanya aparat yang mengatur lalu lintas. Entah mengapa, seringkali aparat ini tak ada di sekitar pasar tradisional. Akibatnya jelas, dengan tidak adanya aparat, para supir angkot bisa leluasa ngetem dengan sesuka hatinya. Dan dampaknya tentu tidak lain tidak bukan adalah kemacetan.

Nusantara, 29 Januari 2015

Ditulis Oleh : Asep Irwan ~asepsandro

Muh.Akram Anda sedang membaca artikel berjudul 4 Penyebab Macetnya Daerah Pasar Tradisional yang ditulis oleh asepsandro yang berisi tentang : Dan Maaf, Anda tidak diperbolehkan mengcopy paste artikel ini.

Blog, Updated at: 20:13

2 komentar:

  1. semuanya true story banget. pkl sama angkot ini jadi hal yang paling mendasar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. mudah-mudahan kondisi kemacetan di pasar tradisional ini cepat berubah

      Delete