May Day, Aksi Buruh Yang Selalu Menggemuruh

Written By Asep Irwan on Friday, 1 May 2015 | 18:39

Sumber gambar diakses dari panjiploembond.blogspot.com
Ada yang berbeda dengan hari buruh di Indonesia tahun ini. Hari buruh internasional (May Day) yang diperingati pada tanggal satu bulan Mei tiap tahunnya ini kini di Indonesia lebih hidup karena telah ditetapkan sebagai hari libur nasional. Dengan ditetapkan sebagai hari libur nasional tentu akan membuat buruh akan lebih leluasa dalam menyampaikan aspirasinya. Namun apa dan kenapa aksi yang dipelopori serikat buruh ini selalu begitu menjadi perhatian dan menggemuruh? Berikut ulasannya.

Buruh Bukan Pesuruh
Meski merupakan kelas pekerja, namun buruh yang juga seorang manusia memiliki beberapa hak dan kewenangan. Maka dari itu, para pengusaha atau pemberi kerja tak bisa memperlakukan buruh layaknya seorang pesuruh yang bisa disuruh ini dan itu dengan seenak dirinya. Kekuatan buruh yang makin terlihat saat peringatan May Day ini tentu saja membuktikan bahwa kaum buruh tak bisa diperlakukan tak manusiawi.

Hidup Diair Yang Keruh
Jika ditilik dari kehidupan buruh Indonesia secara umum, memang tingkat hidup layak dan kesejahteraan yang selalu dituntun buruh setiap tahunnya ini masih jauh panggang dari api. Dibandingkan dengan kelas pekerja di luar negeri, buruh di Indonesia menjalani kehidupan secara pas-pasan. Semua serba apa adanya untuk dijalani diantara kesulitan ekonomi yang makin menghimpit dengan semakin tingginya harga-harga. Hidup diair keruh, mungkin itulah yang bisa menggambarkan kehidupan kaum buruh Indonesia.

Persatuan Akan Membuatmu Luruh
Telah banyak catatan sejarah yang mengungkap kejatuhan kaum kapital karena pergerakan buruh. Riwayat lahirnya hari buruh (may day) sendiri tak bisa dilepaskan dari pergerakan dan perlawanan kaum buruh di Eropa dan Amerika Serikat. Kala itu para buruh menuntut agar jam kerja yang menacapai 20 jam per-hari menjadi 8 jam per-hari. Hasilnya tak sia-sia, perjuangan kaum buruh dalam sebuah organisasi yang dipimpin oleh Maguire dan McGuire ini mampu membuat beberapa parlemen di dunia menghapus jam kerja 20 jam dan sekaligus memaksa menetapkan hari buruh sebagai hari libur nasional yang dimulai sejak 1 Mei 1886.

Nusantara, 1 Mei 2015

Ditulis Oleh : Asep Irwan ~asepsandro

Muh.Akram Anda sedang membaca artikel berjudul May Day, Aksi Buruh Yang Selalu Menggemuruh yang ditulis oleh asepsandro yang berisi tentang : Dan Maaf, Anda tidak diperbolehkan mengcopy paste artikel ini.

Blog, Updated at: 18:39

5 komentar:

  1. Ya itulah buruh, pasti ya lebih banyak disuruhnya oleh atasan. Lalu dengan jumlah penduduk Indonesia yg 250 juta jiwa ya susah kalau mau menyetarakan pendapatan buruh di negeri ini dengan buruh di luar negeri. Ibaratnya satu kue dibagi untuk 250 juta jiwa tentu masing-masing dapat porsi yang sedikit toh?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tapi dengan potensi dan kekayan alam Indonesia yang sangat besar di Indonesia seharusnya bukan hal yang sulit untuk menyejahterakan 250 juta penduduk Indonesia. Sayangnya pengelolaan SDA yang tidak benar ditambah perilaku koruptif yang semakin membudaya membuat para buruh dan rakyat pada umumnya sulit memperoleh kesejahteraan.

      Delete