Semua Akan (P)Indah Pada Waktunya – Part 1

Written By Asep Irwan on Wednesday, 12 March 2014 | 17:39

Sumber Gambar : google.com
Hari ini adalah hari terakhir bekerja untuk rekan satu kantor dan satu divisi saya. Meski ia belum genap satu tahun bekerja di kantor, namun pertemanan kita boleh dianggap sudah cukup kuat. Pindah kerja memang fenomena yang biasa dalam dunia karir. Apalagi di kota Jakarta, lalu lalang karyawan yang masuk dan keluar kantor seakan sudah bukan sesuatu yang mengherankan. Kalau sudah tidak betah, ya sudah silahkan cari tempat lain, itulah mungkin yang ada dibenak HRD perusahaan – perusahaan di Jakarta.

Ada saat bertemu, ada saatnya pula berpisah, ini sudah hukum alam. Ada masa atau saatnya kita memang harus pindah ke tempat lain. Bukan karena dan maksud apa – apa, tapi memang waktu jua lah yang mengharuskan untuk kita menuju tempat lain itu. Bekerja tak melulu soal mencari materi dan uang. Bekerja menurut penulis adalah berjuang, berjuang untuk mengenali diri dan berjuang untuk mendapatkan ridho Tuhan. Memang banyak hal yang harus kita jaga ketika bekerja di kantor. Dari interaksi dengan pemilik, interaksi dengan manajemen dan interaksi dengan sesama karyawan ataupun dengan konsumen. Menurut penulis, semakin banyak interaksi yang harus dijaga oleh karyawan dalam sebuah perusahaan, semakin kuat pula potensi karyawan untuk pindah tempat kerja. Kenapa? Karena semakin banyak interaksi, semakin banyak pula potensi konflik yang akan muncul.

Pindah kantor adalah sebuah jawaban ketika semua hal di kantor tak bisa kita jawab. Keluar dengan inisiatif sendiri ataupun dikeluarkan oleh perusahaan sekalipun bukan inti masalahnya. Inti dari pembahasan ini adalah waktu. Waktu punya kuasa atas segalanya, bahkan HRD atau pemilik perusahaan pun tak punya kuasa melawannya. Siapapun itu, apakah ia karyawan terbaik atau setingkat manajer sekalipun, kita semua akan angkat kaki dari kantor. Karena semua hal yang kita miliki saat ini, harta, jabatan, bahkan dunia ini sekalipun bersifat sementara. Maka pindah kantor itu sebenarnya fenomena yang biasa, seperti kita yang menunggu giliran mati saja. Bukan berarti pindah kantor berarti kita mati. Maksudnya adalah pindah kantor itu masalah waktu saja. Siapa pun pasti akan mengalaminya, karena semua akan (P)indah pada waktunya.

Rawa Belong, 12 Maret 2014

Ditulis Oleh : Asep Irwan ~asepsandro

Muh.Akram Anda sedang membaca artikel berjudul Semua Akan (P)Indah Pada Waktunya – Part 1 yang ditulis oleh asepsandro yang berisi tentang : Dan Maaf, Anda tidak diperbolehkan mengcopy paste artikel ini.

Blog, Updated at: 17:39

3 komentar:

  1. pindah kantor ataupun pindah divisi tetep rasanya sama ya, kak. nanti harus beradaptasi lagi seperti semula. ya, memang tinggal nunggu waktu aja kapan gilirannya

    ReplyDelete
  2. "semua akan (p)indah pada waktunya" :)

    bener banget tuh bekeerja juga bukan untuk mencari uang, tapi juga mencari ridho dan rizki dari Tuhan dan menambah interaksi sesama manusia.

    btw blog nya udah gue follow, follow back yaa biar makin nambah temen:)

    ReplyDelete
  3. @mbak ila : udah pengalaman ya mbak,, hehehe... :)
    @maz reyza : udah di folback gan.. blogger mana gan?

    ReplyDelete