Mendirikan Agama Toleransi

Written By Asep Irwan on Tuesday, 24 December 2013 | 23:10

Sumber gambar : google.com
Suatu hari terjadi percakapan antara Malaikat pencatat amal dan Malaikat penjaga surga saat dunia sudah mendekati akhir zaman. Mereka mengalami kebingungan yang sangat ketika menghadapi dua tipe manusia dimana yang satu selalu melakukan kebaikan sesama dan manusia yang lain hanya berfokus pada ibadah dan ibadah dengan mengabaikan hubungan antar umat manusia.

Aku tak menyangka manusia sekarang sebegitu akutnya dengan agama yang mereka yakini. Ucap sang Malaikat pencatat amal

Maksudnya? Tanya malaikat penjaga surga

Kalau ada istilah maruk atau rakus kalau manusia terlalu banyak makan, Fasisme untuk nasionalisme yang berlebihan, maka dalam beragama yang berlebihan dikenal istilah Ghuluw. Sesungguhnya Allah SWT tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas (Q.S Al-Maidah : 87). Dan sebenarnya juga mereka itu beragama tapi tak memahami hakikat beragama.

Bagaimana bisa orang beragama tapi tak memiliki rasa kemanusiaan. Mereka sangat introvert seolah – olah dia hidup sendirian dan tak butuh orang lain di dunia ini. Mereka juga terlalu eksklusif hingga selalu menafikan agama lain. Padahal Allah SWT menurunkan agama Islam agar menjadi agama yang rahmatan lil ‘alamin yaitu agama yang kehadirannya ditengah kehidupan masyarakat mampu mewujudkan kedamaian dan kasih sayang magi manusia maupun alam.

Kalau manusia saling menyerang dan menghancurkan satu sama lain, tidak percaya satu sama lain dan saling mengintimidasi apakah mungkin rahmatan lil ‘alamin akan tercapai. Sangat mustahil kan. Jangan jadikan alibi dengan membeda – bedakan manusia hanya karena agamanya, karena ini metode berpikir yang sempit. Allah SWT sendiri juga sudah mengakui bahwa agama itu berbeda – beda kok. Lakum dinukum waliadin yang artinya bagimu agamamu, bagiku agamaku (Q.S. Al-kafirun : 6), ini buktinya. Sudah saatnya memandang manusia dengan seutuhnya bukan manusia hanya dari identitas agamanya. Ini konyol. Terang sang Malaikat pencatat amal panjang lebar.

Lalu apa solusinya? Tanya sang Malaikat penjaga surga


Mungkin harus ada di dunia ini yang namanya agama tolerasi. Agama yang membebaskan identitas, agama yang menjunjung tinggi nilai – nilai kebaikan bersama dan agama yang berhakikat pada filosofi rahmatan lil ‘alamin. Alangkah indahnya jika hal ini terjadi. Hidup manusia akan terasa lebih bermakna jika mereka mau melakukan kebaikan antar sesama. Dan saya yakin Tuhan pun akan senang melihatnya.

Wassalam
Tasikmalaya, 24 Desember 2013
@Asepsandro_del

Ditulis Oleh : Asep Irwan ~asepsandro

Muh.Akram Anda sedang membaca artikel berjudul Mendirikan Agama Toleransi yang ditulis oleh asepsandro yang berisi tentang : Dan Maaf, Anda tidak diperbolehkan mengcopy paste artikel ini.

Blog, Updated at: 23:10

0 komentar:

Post a Comment