Pesawat Eksekutif Versi Nazaruddin Dan Soekarno

Written By Asep Irwan on Sunday, 14 August 2011 | 13:45


Seperti teman-teman sudah ketahui bahwa kemarin malam Nazarudin telah tiba di tanah air dari Kolombia dengan mendarat di Lanud Halim Perdanakusuma. Seperti yang kita sama – sama ketahui juga bahwa pesawat yang digunakan untuk membawa pulang Nazarudin adalah pesawat carteran asal Amerika berjenis jet Gulfstream G550 yang disewa dengan harga 4 Miliar rupiah. Menurut Situs Private Jet Co. pesawat ini lebih dari sekedar pesawat unggulan di kelasnya.

66 tahun yang lalu, pada hari yang sama dengan kedatangan Nazarudin ke tanah air tadi malam, Soekarno, dkk bertolak dari Dalat, Vietnam menuju tanah air setelah memenuhi panggilan dari Marsekal Terrauchi dalam rangka membicarakan proklamasi. Namun disini ada perbedaan yang kontras diantara pesawat yang membawa keduanya. Jika pesawat yang ditumpangi Nazar begitu sangat mewah, maka pesawat yang membawa Soekarno dari Dalat waktu itu sangat – sangat memprihatinkan. Pesawat yang membawa Soekarno adalah pesawat perang yang tidak dilengkapi tempat duduk dan toilet dan dibeberapa tempat terdapat banyak lubang akibat tembusan peluru. Bahkan ada adegan yang lucu didalam pesawat saat itu ketika Soekarno ingin buat hajat buang air kecil. Saat dalam perjalanan dipesawat tersebut, Soekarno tiba – tiba ingin buang hajat untuk buang air kecil. Karena sudah tak tertahankan, maka atas saran dokter pribadinya Soekarno melakukan hajatnya tersebut langsung diatas pesawat. Karena kondisi pesawat yang terdapat banyak lubang, maka angin pun bertiup kencang didalam pesawat dan akibatnya zat cair hasil hajat Soekarno tersebut juga ikut tertiup angin. Dampaknya sudah dapat ditebak seluruh penumpang pesawat merasakan zat cair hasil hajat Soekarno tersebut, termasuk Mohammad Hatta.

Begitulah perjuangan para pendiri bangsa kita 66 tahun yang lalu dalam mendirikan Republik ini. Sungguh sangat ironi memang, ketika para founding fathers mengikhlaskan keadaan apapun yang menimpa dirinya demi kemerdekaan Indonesia, disisi lain para tersangka penjarah kas negara ini begitu dimanja dengan banyak fasilitas yang mewah. Semoga cerita sejarah ini bisa dijadikan pelajaran bagi kita semua bangsa indonesia untuk melangkah lebih maju lagi. Akhir kata saya ucapkan “Historia Magistra Vitae” alias “Sejarah adalah guru kehidupan” - Mari belajar dari sejarah.

Jakarta, 14 Agustus 2011

asepsandro, 13.45 WIB

Ditulis Oleh : Asep Irwan ~asepsandro

Muh.Akram Anda sedang membaca artikel berjudul Pesawat Eksekutif Versi Nazaruddin Dan Soekarno yang ditulis oleh asepsandro yang berisi tentang : Dan Maaf, Anda tidak diperbolehkan mengcopy paste artikel ini.

Blog, Updated at: 13:45

0 komentar:

Post a Comment