![]() |
sumber gambar: https://universitastabanan.ac.id/ |
Pandemi
Covid-19 membuat perekonomian beberapa negara, termasuk Indonesia semakin
terpukul. Indonesia sendiri per Juni 2021 dikabarkan telah memiliki utang mencapai
Rp8.670,66 triliun. Catatan hutang ini memiliki rincian yakni utang pemerintah
Rp6.527 triliun per akhir April 2020 dan utang BUMN yang mencapai Rp2.24,37
triliun per kuartal IV 2020. Catatan utang ini sendiri diprediksi akan terus naik
dan membengkak hingga Rp10 ribu triliun di akhir kepemimpinan Presiden Joko
Widodo nanti.
Diambang Kebangkrutan
Dari
catatan utang tersebut banyak pakar ekonomi yang menyatakan Indonesia masuk
kategori lampu kuning. Sebab bila pemerintah tidak berhati-hati lagi dalam mengelola
utang maka bukan tidak mungkin Indonesia terjerembab dalam skema terburuk yakni
bangkrut. Layaknya sebuah perusahaan yang tak bisa membayar utangnya, maka akan
dinyatakan bangkrut. Ketika sudah dinyatakan bangkrut maka akan banyak dampak
negatif yang harus diterima sebuah negara seperti salah satunya yakni akan di-black
list.
Koes
Plus Menangis Mendengar Kabar Ini
Salah satu
orang yang bisa jadi paling sedih mendengar kabar Indonesia diambang kebangkrutan
adalah Koes Plus. Grup musik Koes Plus memang pernah berkoar dengan lagunya
yang fenomenal berjudul kolam susu. Dalam lagu tersebut Koes Plus dengan
bangganya mengatakan bahwa Indonesia adalah negeri yang kaya raya dengan
mengibaratkan seperti kolam susu.
Kolam susu
yang dimaksud Koes Plus ini tentu bukan sembarang analogi. Sebab menurut Koes
Plus negeri kolam susu tersebut dinyatakan bisa menghidupi orang-orang di
dalamnya hanya dengan kail dan jala. Bukan hanya itu, dinyatakan pula bahwa
ikan dan udang akan menghampiri orang-orang di negeri kolam susu tersebut.
Pada lirik
berikutnya dinyatakan pula bahwa di negeri kolam susu tersebut tongkat kayu dan
batu bisa jadi tanaman. Dari sini tentu terlihat bagaimana subur dan kayanya
negeri kolam susu tersebut. Dalam realitanya, negeri kolam susu tersebut memang
bukan karangan atau dongeng belaka. Lihat saja bagaimana sejak abad ke-16, para
penjelajah dari Eropa secara bergantian tak hentinya datang ke negeri kolam
susu ini untuk mencari sumber daya alam.
Lalu
Kenapa Negeri Kolam Susu Itu Kini Diambang Kebangkrutan?
Pertanyaan
ini memang yang harus bersama kita jawab. Kenapa negeri kolam susu yang kaya
raya tersebut kini merana dan tak jumawa lagi? Ke mana sumber daya alam yang
melimpah itu? Sudahkah tanah ini tidak subur lagi untuk menumbuhkan tanaman
dengan mudah? Mungkinkah juga laut di negeri kolam susu tersebut sudah tak ada
ikan yang bisa dipancing dan dijala?
0 komentar:
Post a Comment