AADC : Ada Apa Dengan Cina??

Written By Asep Irwan on Saturday, 8 November 2014 | 16:12

Sumber gambar : www.kartunisubi.com
Sentimen orang indonesia pada orang – orang Cina masih berlanjut. Yang terbaru adalah bagaimana terjadinya aksi penentangan dan penolakan sekelompok orang terhadap PLT Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) karena statusnya yang Cina dan Non Muslim. Lalu, apakah dengan mereka memiliki keetnisan Cina, mereka sudah harus menyandang status orang bersalah? Ada apa dengan Cina sehingga mereka begitu terdiskriminasikan dan terdeskritkan? Sebegitu burukkah mereka hingga mengorbankan nilai kemanusiaan kita jadi luntur dengan sekejap? Mungkin ada baiknya kita belajar lebih banyak dari sesuatu yang mau kita kritik, termasuk soal Cina.

Yunan Itu Asal Nenek Moyang Kita
Satu hal urgent (penting dan mendesak) yang sepertinya harus segera kita pahami bersama adalah tenatang asal usul nenek moyang Indonesia. Tahukah kalian bahwa daerah Yunan adalah daerah asal nenek moyang Indonesia. Seperti apa yang dirumuskan oleh Prof. Dr. H. Kern dan Drs. Moh. Ali yang menyepakati bahwa asal usul nenek moyang Indonesia berasal dari daerah Yunan. Tahukah kalian dimana Yunan tersebut? Yunan adalah sebuah daerah atau provinsi di Cina selatan. So, jika kita sudah mengetahui bahwa nenek moyang kita itu juga orang Cina, maka apakah masih layak kita bersikap rasis kepada orang – orang beretnis Cina di negeri ini?

Belajarlah Sampai Ke Negeri Cina
Ada sebuah pepatah Arab lama yang seringkali kita dengar yaitu tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina. Dari pepatah ini muncul pertanyaan, kenapa harus ke Cina? Bukan ke negara lain? Ternyata, konon cerita, masyarakat negeri tirai bambu itu sudah memiliki peradaban yang maju jauh sebelum turunnya ajaran Islam. Bahkan beberapa ilmu pengetahuan dan terapan dari peradaban Cina kini masih menunjukkan eksistensinya seperti tembok besar Cina, ramuan kesehatan dan pengobatan serta ilmu perniagaan.

Tionghoa, Bukan Cina
Satu hal terakhir yang perlu dicermati untuk kita semua adalah bahwa kini istilah Cina di Indonesia sudah diganti dengan “tionghoa”. Hal ini berdasarkan Keppres (Keputusan Presiden) Nomor 12 Tahun 2014 tentang pencabutan Surat Edaran Presidium Kabinet Ampera Nomor SE-06/Pred.Kab/6/1967 tanggal 28 Juni 1967. Keppres ini ditandatangani oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada tanggal 14 Maret 2014. Dengan demikian melalui keppres itu, istilah "China" dinyatakan sudah tidak berlaku lagi dan diganti dengan "Tionghoa".

Pesan yang ingin penulis sampaikan adalah janganlah terlalu mendeskritkan orang Cina tanpa alasan yang jelas. Mereka juga manusia seperti kita yang memiliki hak azasi. Dalam konteks tertentu seharusnya kita bisa membuka pandangan kita dengan lebih luas lagi. Manusia apapun itu etnis dan agamanya adalah urusan masing – masing individu. Apalagi jika mereka berbuat baik dan melawan kemungkaran yang ada, untuk apa kita persoalkan lagi hanya gara – gara mereka beretnis Cina dan beragama non muslim. Cara pandang yang buta seperti ini kadang membuat keadaan menjadi tumpang tindih dan jumpalitan. Akankah bangsa ini masih saja menganut role model yang hanya berangkat dari sampul atau tampilan fisik saja? Ingat sekali lagi sebuah pesan “Dont Judge Book by The Cover”.

November, 8 November 2014

Ditulis Oleh : Asep Irwan ~asepsandro

Muh.Akram Anda sedang membaca artikel berjudul AADC : Ada Apa Dengan Cina?? yang ditulis oleh asepsandro yang berisi tentang : Dan Maaf, Anda tidak diperbolehkan mengcopy paste artikel ini.

Blog, Updated at: 16:12

5 komentar:

  1. itulah Endonesah...!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. This comment has been removed by the author.

      Delete
    2. negara mana tuh gan.. hahaha...

      Delete
  2. Replies
    1. thanks udah mampir.. salam blogwalking, salam blogger..

      Delete