Selamat Datang Pancaroba

Written By Asep Irwan on Sunday, 27 April 2014 | 15:29

Sumber Gambar : Google.com

Saya jadi ingat waktu saya kuliah di kota Malang 7-8 tahun yang lalu. Di kota apel ini, kalau sudah mulai memasuki bulan kemarau, suhu udara mendadak drastis menjadi super dingin. Bukannya Malang memang udaranya sudah dingin dari dulu? Kalau dibanding Jakarta jawabnya pasti iya. Tapi kalau saya bilang faktanya adalah suhu udara di Malang akan jauh lebih dingin dari biasanya ketika masuk musim pancaroba, apa kalian sudah siap untuk membayangkan??

Pertama kali saya merasakan dingin yang super di kota Malang ini adalah ketika saya baru menjadi MABA alias mahasiswa baru. Untungnya saya berangkat dari daerah yang udaranya hampir sama dengan udara di Malang, Meski tak sedingin kota Malang, setidaknya saya hanya perlu sedikit adaptasi untuk menyesuaikan dengan udara di Malang yang super dingin saat itu.

Pancaroba adalah masa peralihan antara dua musim yaitu musim penghujan dan musim kemarau. Dalam bahasa jawa pancaroba antara musim penghujan dan musim kemarau (biasa terjadi pada bulan Maret dan April) disebut sebagai marèng, sementara pancaroba antara musim kemarau dan musim penghujan (biasa terjadi pada bulan Oktober hingga Desember) disebut labuh. Di desa saya, musim pancaroba menjadi sangat menarik karena muncul fenomena - fenomena khas yang tak biasanya terjadi di bulan – bulan sebelumnya. Misal ketika musim marèng datang, biasanya saya banyak mendengar tonggeret bersuara keras. Lalu ketika musim labuh tiba, maka laron – laron akan datang menghampiri seluruh rumah penduduk. Biasanya saat para tonggeret dan laron tiba, anak – anak kecil di desa akan terlihat antusias untuk menyambut kehadiran mereka. Ada yang berburu, bekejar-kejaran, ada juga yang sekedar menikmati kehadiran mereka. Semua terlihat meriah dan menggembirakan melihat anak – anak bersuka cita dengan hewan – hewan tadi.

Dalam ilmu geografi yang pernah saya pelajari dan sedikit ilmu sotoy, pancaroba lebih disebabkan karena pergerakan semu bumi terhadap matahari. Saat itu bumi bergerak dari kemiringannya 23,5 derajat LU/LS menjadi tegak diposisi 0 derajat di garis khatulistiwa. Pergerakan ini menyebabkan terjadinya perubahan musim baik di Indonesia maupun di negara – negara belahan bumi Utara maupun Selatan. Jika masih binggung berlanjut segera hubungi ahli geografi. Hehehe.

Yang jelas ketika masa pancaroba datang saya selalu merasa rindu dengan kampung halaman. Kangen melihat anak – anak kecil yang berlarian mengejar tonggeret dan laron. Rindu mendengar suara tonggeret dan kangen pula melihat laron – laron beterbangan di depan rumah. Tapi tak apa juga kalau memang saya tak bisa pulang kampung saat ini (mungkin). Saya anggap saja ini sebuah peralihan (pancaroba). Aku akan coba menikmati pancaroba ditempat lain terlebih dahulu. Untukmu kampung halamanku, satu yang harus kau tahu. Aku kan merindumu sampai ujung waktu. Hingga tiba saatnya pancaroba ini selesai dan berlalu.

Rawa Belong, 27 April 2014

Ditulis Oleh : Asep Irwan ~asepsandro

Muh.Akram Anda sedang membaca artikel berjudul Selamat Datang Pancaroba yang ditulis oleh asepsandro yang berisi tentang : Dan Maaf, Anda tidak diperbolehkan mengcopy paste artikel ini.

Blog, Updated at: 15:29

2 komentar: