Hujan (Belum) Usai, Anomali Cuaca??

Written By Asep Irwan on Sunday, 23 February 2014 | 14:21

Sumber Gambar : Google.com
Jakarta kembali banjir. Itulah beberapa headline media hari ini (23/2/2014). Beberapa kawasan di Jakarta sejak Sabtu kemarin kembali dilanda banjir dengan ketinggian air yang bervariasi. Hujan yang terus mengguyur sejak jum’at pagi hingga minggu dini hari tadi lagi – lagi membuat ibu kota tak berdaya menahan air dan membuatnya kembali terendam. Hujan deras yang tidak disangka – sangka ini membuat warga yang terkena dampak harus mengungsi lagi. Wajar jika warga ibu kota agak syok dengan datangnya hujan yang deras dan intensif ini. Sebab, sejak satu - dua minggu sebelumnya Jakarta benar – benar kering, dan kalau ada hujan pun hanya sebentar. Saat itu, banyak orang mengira musim hujan sudah lewat, namun hujan deras sejak jum’at kemarin membuat prediksi itu jadi berlalu.

Memang tidak ada satu pun orang yang bisa memperediksi alam dan fenomenanya. Apalagi situasi alam kali ini yang amat membingungkan, anomali bahasa ilmiahnya. Anomali cuaca adalah kondisi cuaca yang menyimpang dari keseragaman sifat fisiknya. Efeknya adalah cuaca jadi tak menentu dan muncul fenomena – fenomena cuaca yang tak seperti biasanya. Tapi pertanyaannya adalah apakah hujan deras di bulan Februari ini juga termasuk Anomali cuaca??

Sepengetahuan saya yang pernah belajar Geografi, hujan deras kemarin bukanlah anomali cuaca. Kalau teman – teman masih ingat pelajaran tentang atmosfer yang membahas angin, ada namanya angin muson atau angin musim. Di Indonesia, angin muson berhembus secara periodik tiap enam bulan sekali. Pada bulan April hingga Oktober berhembus angin muson timur yang bergerak dari Australia ke Asia. Angin muson timur ini bersifat kering, karena hanya sedikit membawa uap air. Sedangkan pada bulan Oktober – April, di Indonesia bergerak angin muson barat yang bergerak dari Asia ke Australia. Angin muson barat ini bersifat basah, karena membawa banyak uap air dari samudera luas yang dilewatinya. Maka pada periode Oktober – April inilah Indonesia mengalami musim hujan. Jadi kalo bulan Februari ini masih hujan, ini masih wajar karena angin muson barat masih bergerak.

Namun, fenomena anomali cuaca juga tak boleh dikesampingkan. Hujan yang tiba – tiba datang dengan sangat deras dan intensif lalu disusul dengan cuaca yang panas secara mendadak, ini jelas tak lazim. Kita juga harus ingat Bumi kita sedang terkena dampak global warming, pemanasan global ekstrim yang membuat terjadinya anomali cuaca. Anomali cuaca ini memang memprihatinkan kita semua. Akan banyak efek tidak sehat dari anomali cuaca ini. Sekarang kembali kepada kita sendiri sebagai penghuni Bumi ini, apakah kita akan membiarkan anomali cuaca ini akan terus berlanjut. Sudah saatnya kita bergerak untuk kembali menghijaukan Bumi ini. Kalau tak bisa melakukan perbaikan, setidaknya kita tidak merusak lingkungan itu saja sudah cukup. Karena semua keadaan yang terjadi di Bumi saat ini adalah hasil perbuatan manusia sendiri. Anomali atau bukan, yang jelas musim hujan masih (belum) usai. Waspadalah, waspadalah ....!!!

TAMAT
Rawa Belong, 23 Februari 2014

Ditulis Oleh : Asep Irwan ~asepsandro

Muh.Akram Anda sedang membaca artikel berjudul Hujan (Belum) Usai, Anomali Cuaca?? yang ditulis oleh asepsandro yang berisi tentang : Dan Maaf, Anda tidak diperbolehkan mengcopy paste artikel ini.

Blog, Updated at: 14:21

5 komentar:

  1. gara-gara global warming, ya. tergantung dari kita sih mau membiarkan atau membuat perubahan demi bumi kita :"

    ReplyDelete
  2. Iya nih, baru hujan semalaman aja udah banjir lagi. *Ayolah buang sampah pada tempatnya*

    ReplyDelete
  3. Banjir akan tetap menjadi fenomena tahunan kalau manusia acuh dan tak menghargai lingkungannya.

    ReplyDelete
  4. bukan jakarta namanya kalo nggak banjir -___-

    ReplyDelete
  5. @mas fandhy : iya nih resiko hidup di Jakarta, mau nggak mau harus mau kena banjir ... hehehe

    ReplyDelete