Panorama Ayu Bersama KA Serayu

Written By Asep Irwan on Friday, 21 February 2014 | 18:54

KA Serayu Pagi Melewati Jembatan. Sumber : Google.com
Menyambung tulisan sebelumnya (Negeri Ijo Royo – Royo Yang Loyo), hari ini saya ingin bercerita tentang perjalanan saya menggunakan kereta api (KA) Serayu dari Jakarta ke Tasikmalaya beberapa tahun silam. Kereta api Serayu adalah kereta api ekonomi yang melayani rute Jakarta – Purwokerto dan sebaliknya. Memulai perjalanan dari stasiun Jakarta Kota aka BEOS, kereta ini mengakhiri perjalanannya di stasiun Purwokerto, Jawa Tengah. Kereta ini sendiri ada dua jenis rangkaian yaitu KA Serayu pagi dengan keberangkatan jam 08.25 WIB dan KA Serayu Malam yang berangkat pukul 20.35 WIB. Kalau teman – teman ingin menikmati panorama bumi Parahyangan yang indah, tentunya pilihannya adalah KA. Serayu Pagi. Karena kalau kereta Serayu yang malam, dijamin tak bakalan bisa ngelihat, maksudnya ngelihat pemandangan diluar. Masalahnya gelap aja sih, Hehehe....

Waktu itu (bulan April 2012), kebetulan saya sedang ada keperluan di Tasikmalaya. Saya memilih menggunakan transportasi kereta api karena merasa sudah nyaman dan bebas macet. Pukul 08.25 WIB kereta Serayu Pagi mulai meninggalkan Stasiun Jakarta Kota. Waktu itu cuaca cerah, stasiun demi stasiun terlewati, namun pemandangan awal tak ada yang menarik perhatian saya. Hanya deretan rumah dan gedung yang nampak hingga stasiun Bekasi. Pemandangan bernuansa hijau mulai terlihat dari daerah karawang, namun masih belum menarik perhatian saya. Bau asap pabrik di daerah ini semakin membuatku tak berkutik dengan pemandangan diluar, hingga kereta berhenti di stasiun Purwakarta, Jawa Barat.

Setelah KA. Serayu Pagi melewati stasiun Purwakarta, saya dibuat takjub tak terkira. Baru kali ini saya melihat pemandangan yang luar biasa dari atas kereta. Mulut saya tak hentinya mengucap kebesaran Tuhan. Sebuah panorama gunung kapur yang berkolaborasi dengan ngarai dan hijaunya tetumbuhan terangkum dalam satu sudut pandang. Sejurus, saya langsung menuju bordes kereta untuk melihatnya dengan lebih jelas. Dari bordes saya lagi – lagi dibuat terkejut dengan satu lanscape ngarai tepat diatas kereta. Ternyata kereta sedang berjalan diatas jembatan Cikurutug yang menjuntai panjang menghubungkan dua bukit. Saat melewati jembatan, kereta benar – benar seperti terbang di atas awan. Sungguh pengalaman naik kereta api yang luar biasa. Dan lebih luar biasa lagi adalah kita bisa merasakan sensasi terbang itu tidak hanya saat kereta melewati jembatan cikurutug, karena ternyata banyak lagi jembatan panjang yang dilewati oleh kereta ini disepanjang perjalanan Purwakarta menuju Bandung. Pokoknya mantap deh...



[Dibawah ini adalah dokumentasi pertama penulis saat KA Serayu melewati jembatan di rute Purwakarta - Padalarang]

Seketika itu mata saya tak mau beranjak dari pemandangan diluar sisi sebelah kanan kereta. Sambil mendokumentasikan dengan kamera digital, saya mendapati banyak view menarik disepanjang perjalanan, seperti jalan tol, terowongan sasaksaat, kota Bandung dan tentunya meliak-liuknya kereta saat melewati bukit dan jembatan. Satu hal lagi yang membuat perjalanan dengan KA Serayu ini mengesankan adalah kita bisa menghirup udara pegunungan yang segar yang tak biasa kita dapati di Jakarta. Keren kan.  

KA. Serayu akhirnya berhenti di stasiun Kiara Condong, Bandung. Awalnya saya kira tidak ada lagi pemandangan yang menarik selepas Bandung, tak tahunya, keterkejutan saya belum berakhir. Kalau tadi disepanjang perjalanan Purwakarta – Bandung anda harus fokus kearah sisi kanan kereta, kali ini, selepas stasiun Kiara Condong, Bandung, fokus anda harus berpindah ke sisi kiri kereta. Diperjalanan Bandung hingga Garut, saya kembali disuguhkan pemandangan luar biasa akan hijaunya bumi parahyangan. Hamparan sawah pedesaan tersaji didepan mata bersama keindahan sebuah gunung. Dari panorama itu, hati dan pikiran saya seketika menjadi sangat damai dan rileks. Sungguh bumi parahyangan yang mengagumkan. 

 [Dibawah ini adalah dokumentasi kedua penulis saat KA Serayu Pagi melewati rute Bandung - Garut]
Hingga kemudian kereta mendekati Garut, tiba – tiba track kembali naik. Lagi – lagi sajian pemandangan dari atas bukit kembali tersaji. Namun tak seperti visual di Padalarang, diperjalanan menuju Garut, tak terlihat jembatan panjang dan jalan tol. Meski juga pemandangan diatas bukit Garut ini sebentar, namun saya jamin anda tak akan pernah melupakannya. Biasanya KA Serayu Pagi berhenti agak lama di stasiun Cipendeuy, Garut. Disini anda bisa merasakan dinginnya Garut sembari menikmati buah strawberry yang biasanya dijual oleh pedagang asongan disana.   

 Dari Garut, kereta melanjutkan perjalanannya ke Tasikmalaya. Disepanjang jalan menuju Tasik, pemandangan yang akan sering dilihat adalah sawah, kolam ikan serta rumah - rumah penduduk. Memang geografis Tasik tak sepeti di Garut dan Bandung yang merupakan dataran tinggi. Tasikmalaya adalah sebuah dataran rendah yang terletak diantara kota Garut dan Ciamis. Meski dataran rendah, udara di Tasik cukup sejuk, tak panas – tak juga dingin. Pukul 16.00 WIB KA Serayu tiba di stasiun Tasikmalaya. Agak terlambat memang, namun perjalanan kurang lebih 7 jam itu tidak terasa dengan pemandangan spektakuler didepan mata. Hanya kekaguman akan kebesaran ilahi yang selalu terbersit dihati jika teringat kembali perjalanan ini.   

Kini giliran anda untuk membuktikan tulisan saya ini. kalau selama ini anda naik kereta api dengan pemandangan yang biasa – biasa saja, maka anda perlu mencoba yang satu ini. Dijamin keren, nggak nyesel dan speechless anda dibuatnya. Tak perlu megoroh kocek terlalu banyak, cukup 85 ribu rupiah saja anda siapkan untuk perjalanan Jakarta – Purwokerto. KA Serayu Pagi adalah transportasi yang mengantar anda menuju lukisan Tuhan yang sangat indah di bumi Parahyangan tersebut, sebuah panorama ayu bersama KA Serayu.   

TAMAT   
Rawa Belong, 21 Februari 2014

Ditulis Oleh : Asep Irwan ~asepsandro

Muh.Akram Anda sedang membaca artikel berjudul Panorama Ayu Bersama KA Serayu yang ditulis oleh asepsandro yang berisi tentang : Dan Maaf, Anda tidak diperbolehkan mengcopy paste artikel ini.

Blog, Updated at: 18:54

6 komentar:

  1. Iya mas, pemandangannya bagus banget, hari minggu 24 Agustus 2014 saya naik serayu pagi dari purwokerto ke jakarta, penasaran lewat jalur selatan kaya apa sih, walau lebih lama dari jalur utara tapi terobati dengan pemandangannya, dijamin gak nyesel.

    ReplyDelete
  2. Besok pagi saya hendak ke Purwokerto naik KA Serayu Pagi. Sejak kecil saya sering naik kereta api, tapi dibanding jalur utara pemandangan jalur selatan memang tak ada duanya. Apalagi saat di atas jembatan, subhanalloh. Pengalaman yg sangat berkesan & selalu ingin diulangi lagi. Memanjakan mata dengan lukisan alam ciptaan Alloh. Tiketnya pun alhamdulillah murah sekali, harga promo 35rb saja :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. jalur selatan memang amat memukau.. :)

      Delete
  3. Tak hanya jalur kereta Selatan yang pemandanganya bagus, jalur bus Selatan juga bagus.. Beda banget sama jalur Pantura yang membosankan (kreta n bus)

    ReplyDelete
  4. Untungnya, operasional KA Serayu Siang dan Serayu Malam ditangani dan di bawah manajemen PT KAI Daop 5 Purwokerto. KA ini juga termasuk KA dengan jalur yang kontur jalannya paling ekstrim tanjakan, turunan, kelokan, dll. Jadi, sepertinya Lok2 yang akan dinas KA Serayu ini kondisinya betul2 fit, melebihi KA2 lainnya.

    ReplyDelete