Pendekar Idul Fitri

Written By Asep Irwan on Friday, 9 August 2013 | 08:15


Pendekar adalah manusia yang ampuh dan sakti. Apapun jenis kesaktian itu saya kira pantas juga untuk disebut pendekar. Pendekar bukan hanya orang yang jago silat, itu dulu. Kalo sekarang, pendekar harusnya bisa bertransformasi menjadi sosok yang mampu mengatasi kelemut atau problematika di sekelilingnya. Bukan hanya masalah biasa, tentunya juga masalah yang luar biasa. Mempertahankan eksistensi kehidupan di negara yang sedang bobrok mungkin bisa jadi salah satu contohnya.

Selain menjadi bayi yang baru lahir, orang yang telah berpuasa 30 hari pada bulan Ramadhan semestinya juga jadi pendekar. Bukan perkara mudah menahan lapar dan haus serta hawa nafsu dengan segudang ritual ibadah selama satu bulan. Hanya orang – orang yang memiliki kemauan dan daya juang yang tinggi yang sanggup melakukannya.

Ibarat seekor ulat yang akan menjadi kupu – kupu, ia harus menjadi pemandangan yang tak sedap dimata. Mengurung diri dalam seonggok kepompong, berpuasa, tak bergerak selama 14 – 20 hari sebelum akhirnya menjadi kupu – kupu yang indah. Uniknya, metamorfosis kupu – kupu membutuhkan total waktu kurang lebih satu bulan seperti orang yang berpuasa Ramadhan. Apa yang didapat setelah kupu – kupu lahir? Sebuah kesaktian yang tidak didapat ketika ia masih menjadi ulat atau kepompong yaitu terbang. Ia telah menjadi pendekar, pendekar kehidupan.

Tapi sungguh menakjubkan, pendekar yang telah lahir itu tak lantas jadi arogan dengan memamerkan kehebatan dan kesaktiannya dengan angkuh didepan umum. Karena mereka adalah pendekar yang sejati, mereka sadar bahwa mereka adalah makhluk yang bernama manusia dan ada yang lebih sakti dan lebih hebat dari dirinya. Maka yang terjadi adalah takbir di malam satu Syawal. Memuji dan membesarkan nama Tuhan-nya yang telah menciptakan dirinya dan memberikan kesaktian kepada dirinya. Mereka tahu bahwa tak ada daya upaya dari manusia sehebat apapun kecuali tanpa seizin-Nya.

Kepribadian dan kesinambungan jasmani dan rohani yang mantap merupakan produk yang dihasilkan. Jati diri yang sejatinya sakti tertutupi dengan sikap yang biasa – biasa saja. Tiba-tiba kesaktiannya merasuk kedalam hati dan pikirannya dan berubah wujud menjadi sesuatu yang transenden, tak terlihat tapi sangat menggembirakan. Tak hanya bagi dirinya namun juga bagi orang disekelilingnya. Persoalan apapun menjadi lumer dan lunak karena ia punya sikap hidup yang lebih dinamis dan proporsional. Maka semestinya pendekar Idul Fitri harus lahir dari proses karantina satu bulan itu. Pendekar yang mampu membawa perubahan yang lebih baik bagi dirinya, lingkungan dan bangsanya.

Pulosari, 9 Agustus 2013
@asepsandro_del

Ditulis Oleh : Asep Irwan ~asepsandro

Muh.Akram Anda sedang membaca artikel berjudul Pendekar Idul Fitri yang ditulis oleh asepsandro yang berisi tentang : Dan Maaf, Anda tidak diperbolehkan mengcopy paste artikel ini.

Blog, Updated at: 08:15

0 komentar:

Post a Comment