The World Named Journalist....

Written By Asep Irwan on Monday, 16 April 2012 | 14:38


Selamat siang kawan2 blogger semua. Apa kabarnya. Kawan, izinkan hari ini saya cerita sedikit tentang dunia saya 2 bulan-an ini. Taukah kawan2 blogger semua, bahwa sekitar 2 bulanan yang lalu saya diterima kerja sebagai reporter atau wartawan disebuah perusahaan media cetak di Jakarta Selatan. Namanya adalah Tabloid Peluang Usaha. Alhamdulillah.

Teman - teman ada yang tau tabloid tersebut. Kalo belum ada yang tau ni gw kasi lihat contoh cover depan tabloidnya...ni dia penampakannya....
Tabloid Peluang Usaha. :


Sempat nggak percaya dan heran, karena gw hampir putus asa untuk mengejar karier di dunia jurnalis ini (baca: Kenapa Harus Inggris?). Tapi syukur alhamdulillah, akhirnya gw bisa mencapai impian kedua yang gue inginkan ini. Pokoknya alhamduliilah, sesuatu banget deh...

Culture Shock.
Diminggu2 awal bekerja, gw sempet mengalami apa itu yang disebut culture shock. Menurut wajar sih klo dipikir2, secara, dunia kerja gw sebelumnya memang jauh berbeda dengan dunia jurnalis yang baru ini. Klo di pekerjaan lama gw dipatok dengan apa itu yang disebut jam kerja, tapi di dunia jurnalis, kita dituntut untuk fleksibel dalam hal bekerja. itu yang pertama.

Yang kedua, ruang kerja. ini yang membuat gw sangat shock banget. kalau ditempat gw bekerja dulu ruang kerja adalah kantor, tapi disini ruang kerja gw semakin luas. yup, benar sekali, selain kantor, ruang kerja gw jg ada dilapangan. kerja lapangan bro. mangstab.

Yang ketiga, yang jelas tentang kerjanya itu sendiri. iya kan. kalau di tempat gw kerja dulu kerja gw mengajar, nah disini kerja gw adalah melakukan liputan/reportase lalu menuliskannya dalam sebuah laporan tertulis.

TOR, Liputan, dan Deadline.
Kawan, dalam dunia keredaksian jurnalistik, secara umum terdapat tiga hal yaitu :
TOR (Term Of Reference), ini adalah sebuah prosedur disebuah redaksi untuk menentukan sebuah tema yang akan diangkat untuk edisi berikutnya. TOR muncul dari sebuah rapat seluruh staff redaksi yang dipimpin oleh pimpinan redaksi dengan agenda membicarakan tema edisi.

Setelah TOR disetujui, kerja lapangan (liputan) dimulai. Dengan pembagian kerja yang teah ditentukan dalam TOR, tim/perorangan dari redaksi bisa langsung melakukan liputan/reportase saat itu juga.

Nah, setelah reportase dilakukan, tiba waktunya untuk menulis. Disini sebuah tim/perorangan bisa dinilai. Kecepatan dalam melakukan reportase dan penulisan akan sangat terlihat dari batas waktu (deadline)yang telah ditentukan. Dalam tempo deadline yang berkisar antara beberapa hari saja, seluruh staff redaksi akan berada di kantor (ini ketentuan di kantor gw) seharian penuh untuk melakukan kegiatan penulisan. Kala itu, bunyi alunan tuts keyboard sangat terasa. Disana kita bisa melihat jari -jari yang menari-nari diatas keyboard hingga menciptakan alunan melodi yang indah dan harmoni. Sungguh sangat romantis... (hehehe...lebay.com)

Kawan, itulah sedikit cerita tentang duniaku 2 bulan terakhir ini. Gw cuman bisa bilang satu hal "jangan sekali-kali anda meremehkan impian anda, karena mungkin selama ini anda tidak pernah tahu bahwa impian tersebut sedang bergerak mendekati anda dengan secara halus dan lembut ".

Beberapa tulisan yang pernh gw buat dalam tabloid : (catt : tulisan ini belum melewati editor)

http://www.asepsandro.blogspot.com/2012/04/rosianta-ginting.html
http://asepsandro.blogspot.com/2012/04/sukses-dari-hobi-dan-keberanian-memulai_14.html

Rawa Belong, 16 April 2012
Asepsandro del Irwan

Ditulis Oleh : Asep Irwan ~asepsandro

Muh.Akram Anda sedang membaca artikel berjudul The World Named Journalist.... yang ditulis oleh asepsandro yang berisi tentang : Dan Maaf, Anda tidak diperbolehkan mengcopy paste artikel ini.

Blog, Updated at: 14:38

0 komentar:

Post a Comment