Belajar Sukses dari Kreatifitas Rosianta Ginting.

Written By Asep Irwan on Sunday, 1 April 2012 | 21:06


Rosianta Ginting, Produsen dan Pelopor Bedongan Bayi Resleting Plus Topi di Indonesia.

Berawal dari kegeraman Rosianta terhadap mahalnya produk bayi impor, mendorong dirinya untuk berkreatifitas menciptakan produk bayi lokal yang memiliki kualitas dan harga yang mampu bersaing dengan produk impor. Berkat kegigihannya, usaha yang belum genap 2 tahun telah mencapai omset Rp 150 juta/bulan. Bahkan produknya dilirik oleh warga Malaysia dan Singapura. Seperti apa keunikan produk yang ia kreasikan? Reported by Asep Irwan

Kreatifitas merupakan modal utama Rosianta untuk menciptakan produk. Idenya muncul ketika ia memiliki bayi dan tidak bisa menggunakan bedong konvensional (bedong kain yang berbentuk segi empat). Apalagi bedongan instan impor saat itu harganya cukup mahal. Sejak saat itu ia tergugah untuk menciptakan bedong instan sendiri. Walhasil, lahirlah bedongan resleting Dita kombinasi topi setelah melalui tahap trial and error selama satu bulan. Kombinasi topi yang ia terapkan bertujuan untuk menciptakan rasa hangat bagi bayi karena suhu yang dingin di daerah Cimahi, Bandung tempat ia tinggal.

Sebelum menciptakan produk, Rosianta sempat berbisnis trading perlengkapan bayi. Dari kecintaan mengumpulkan perlengkapan bayi dan anggapannya terhadap kota Bandung sebagai pusat tekstil, ia pun mencoba membuat sendiri produk perlengkapan bayi tersebut.

Setelah produk muncul dan booming, Rosianta kemudian memberanikan diri untuk berhenti dari pekerjaannya sebagai karyawan swasta dan memfokuskan diri menekuni usaha perlengkapan bayi ini diawal tahun 2011. Dengan mengusung nama Dita Baby Collection ia memulai usahanya dengan modal awal sekitar Rp 6 juta. Modal tersebut dipakai untuk membeli bahan baku katun Spandex Rp 2 juta sebanyak 2 rol, mesin jahit dan mesin obras Rp 2 juta dan biaya mitra makloon Rp 2 juta. Dari 2 rol kain tersebut ia mampu memproduksi 280 pieces bedong instant.

Untuk kegiatan produksi, Rosianta menyerahkan sepenuhnya kepada pihak makloon, sebab dirinya tidak memiliki kemampuan jahit - menjahit. Karena permintaan yang semakin meningkat, ia pun melakukan penambahan investasi terhadap bisnisnya tersebut. Pengorbanannya tak sia-sia, dari hasil penjualan produknya tersebut ia telah mampu mencapai BEP (Break Even Point) atau balik modal hanya dalam tempo 2 bulan saja.  

Prospek dan Persaingan. Ketika ditanya prospek Bedong Resleting, Rosianta menuturkan bahwa produknya ataupun produk sejenis akan mampu bertahan lama selama masih ada pernikahan dan bayi yang lahir. Tingkat persaingan dalam bisnis ini pun dikatakan belum terlalu ketat, sehingga semua pelaku usaha akan mampu menjalankan bisnis ini jika ia kreatif, inovatif dan pantang menyerah.  

Produk. Dalam perjalanan 2 tahun Dita Baby Collection, Rosianta telah berhasil menciptakan dan memproduksi empat produk dengan merk Dita yaitu bedong instant dengan harga Rp 15 ribu/pcs, bedong resleting dengan harga Rp 35 ribu/pcs, bedong resleting topi dengan harga Rp 45 ribu/pcs dan sleeping bag dengan harga Rp 70 ribu/pcs.

Bedong instan buatan Rosianta adalah modifikasi dari bedong lama segi empat yang didisain sedemikian rupa menjadi bedongan berbentuk kantung dengan perekat berupa velkro. Sedangkan untuk bedong resleting, secara garis besar mirip bedong instan yang bukan direkatkan dengan velkro melainkan dengan sebuah resleting panjang. Hasilnya proses pembedongan bayi akan semakin simple, mudah dan menyenangkan. Dalam hal corak dan warna, bedong instan menampilkan beragam corak dan warna, sedang untuk bedong resleting dan sleeping bag saat ini masih menyajikan dua motif yaitu polos dan garis dengan berbagai warna.

Dari keseluruhan produk, Bedong Resleting adalah produk yang paling dicari pelanggannya. Saat musim hujan Bedong Resleting Topi adalah produk yang paling diminati, sedang saat musim panas Bedong resleting tanpa topi yang paling banyak dicari. Dalam sejarah usahanya, inovasi mulai ia kembangkan dari bedong instan ke bedong resleting topi pada bulan ke enam. Modifikasi produk kembali terjadi pada produk bedong resleting topi ke bedong resleting tanpa topi ketika usahanya berjalan 9 bulan. Perubahan produk yang terakhir ini dilakukan karena adanya permintaan dari beberapa pelanggan dari luar Bandung yang tidak menghendaki adanya topi, karena kondisi cuaca dan suhunya yang panas.  

Sleeping bag merupakan produk terbaru dari Dita Baby Collection dan produk yang akan segera launcing adalah gendongan bayi. Kelebihan dari produk Ibu dua anak ini adalah bahannya yang elastis yang dapat membuat bayi merasa nyaman dan simple sehingga memudahkan orang tua menggunakannya. Jika dilihat sekilas bedong buatan Rosianta memang berbeda dengan bedong lama, di mana bedong Rosianta terkesan tidak terlalu kuat mengikat bayi. Namun, justru disanalah letak kesalahpahaman atas tujuan bedong selama ini. Dikatakan oleh Rosianta bahwa fungsi bedong sebenarnya bukan untuk mengikat bayi dan meluruskan kaki, tapi lebih hanya untuk membuat bayi menjadi merasa nyaman dan aman. Perasaan aman dan nyaman ini akan mengurangi efek terkejut bayi sehingga bayi akan tidur lebih lelap.

Bahan Baku dan Alat. Katun Spandex adalah bahan utama yang digunakan oleh pihak Dita Baby Collection di setiap produknya. Bahan ini diperoleh dari Pabrik Kahatex yang beralamat di Jl. Cijerah Cigondewah Girang No.16 Cimahi – Bandung, telp (022) 6031566. Di awal usahanya, Rosianta hanya belanja bahan dengan partai kecil yakni per kilo. Saat itu harga katun Spandex per kilo adalah Rp 67.000. Saat usahanya mulai ramai ia memberanikan diri untuk membeli dalam jumlah yang besar yakni sistem rol, dengan harga satu rol kain adalah Rp 1 juta.

Saat disinggung tentang peralatan, Rosianta menjelaskan bahwa dirinya hanya berinvestasi 1 mesin jahit dan 1 mesin obras, karena untuk selanjutnya peralatan ditunjang langsung oleh pihak makloon yang bekerjasama dengan pihaknya. Untuk kegiatan produksi, Rosianta dibantu oleh jasa makloon di sekitar rumahnya mulai dari pemotongan bahan, menjahit hingga pemasangan label. Adapun ongkos produksi di pihak makloon sebesar Rp 6–7 ribu/produk. Sedangkan untuk proses QC (Quality Control) dan pengemasan, Rosianta sengaja melakukannya sendiri dengan dibantu oleh 2 orang karyawan dengan gaji Rp 700 ribu/bulan.  

Promosi dan Pemasaran. Saat pertama kali menjalankan usahanya, Rosianta melakukan pemasaran secara langsung di tokonya sendiri yang berada di Medan. Namun karena produknya yang menumpuk, Rosi panggilan Rosianta kemudian berinisiatif memasarkannya secara online. Kini dalam memasarkan produknya, Rosianta menggunakan 2 cara yaitu sistem online dan offline. Pemasaran online adalah kegiatan komunikasi pemasaran yang dilakukan dengan menggunakan media Internet. Sedangkan sistem pemasaran offline adalah sistem pemasaran langsung dengan tatap muka kepada konsumen. Pemasaran online yang dilakukan pihak Dita Baby Collection ada yang menggunakan website yaitu http://ditababycollection.blogspot.com dan Facebook dengan nama Rossy BabyShop. Pemasaran offline dilakukan secara langsung di toko miliknya di Medan dan dengan sistem keagenan (reseller).

Khusus teknik reseller sendiri, Rosianta mengaku tak terlalu memikirkan perihal persyaratan untuk bisa menjadi agennya. Asal calon reseller belanja produknya dengan jumlah tertentu dan membayar cash (tunai), keagenan sudah bisa dijalankan. Produk Dita Baby Collection ini telah ready stock, artinya pemesanan dalam jumlah berapa pun, sudah dapat dilayani secara langsung. Mengenai ongkos kirim, Rosianta menuturkan bahwa hal tersebut dilimpahkan kepada pihak pembeli. Untuk menarik para agennya, Rosianta menawarkan harga grosir dengan diskon (potongan harga) tertentu dari pembelian produknya. Potongan harga tersebut dimulai dari potongan (diskon) 20% hingga mencapai diskon 40%.

Untuk penjualan, Rosianta menuturkan bahwa setiap pembelian tertentu, pihaknya akan memberikan diskon. Misalnya ada yang membeli 6 pieces maka Rosianta akan memberi diskon 20%, pembelian 12 pieces mendapat diskon 25% dan seterusnya hingga mencapai diskon 40%. Konsumen tidak harus datang langsung untuk melakukan pemesanan, “Kecuali bagi mereka yang dekat dari rumah saya, bisa langsung COD (Cash on Delivery)” jelasnya. Pemesanan secara tak langsung bisa dilakukan via telepon, sms, inbox facebook atau email atau dengan BBM (Blackberry Messenger). Untuk pengiriman luar daerah, Rosi menggunakan jasa pos atau ekspedisi.

Dari berbagai teknik pemasaran tersebut, sampai saat ini Rosianta telah mampu menjual produknya rata-rata hingga 900 lusin setiap bulannya. Bahkan, ia pernah menjual produknya kepada konsumen asal negeri Jiran Malaysia dan Singapura. Walhasil, keuntungan bersih 30% dari omset Rp150 juta berhasil diraup Ibu muda 31 tahun ini di setiap bulannya.

Kendala dan Kiat Sukses. Ketika ditanya tentang kendala, Rosianta menguraikan tentang adanya pembatasan jumlah order dan pemilihan motif bahan baku yang dilakukan oleh pihak pabrik. Solusi yang diterapkan untuk mengatasi kendala tersebut adalah mencoba menyesuaikan keadaan yang ada dengan tetap berkreasi dan berinovasi secara kontinyu. “Milikilah kreatifitas dan inovasi, jangan takut gagal dan pantang menyerah, pasti sukses!!” itulah pesan dan kiat sukses dari Rosianta bagi yang ingin memulai usaha bisnis perlengkapan bayi ini. Asep Irwan

Info Lebih Lanjut Hubungi:
Dita Baby Collection
Komplek Permata Cimahi N16 No.11 Cimahi Kabupaten Bandung
Telpon: 081221358613
Pin BB : 290FF4B3
Email : ros_dianta@yahoo.co.id
Website : http://ditababycollection.blogspot.com
Facebook : Rosy BabyShop, Dita BabyShop-Grosir Bedong Instan

Ditulis Oleh : Asep Irwan ~asepsandro

Muh.Akram Anda sedang membaca artikel berjudul Belajar Sukses dari Kreatifitas Rosianta Ginting. yang ditulis oleh asepsandro yang berisi tentang : Dan Maaf, Anda tidak diperbolehkan mengcopy paste artikel ini.

Blog, Updated at: 21:06

0 komentar:

Post a Comment