Kenapa Harus Inggris??

Written By Asep Irwan on Monday, 23 January 2012 | 13:14


Hari ini gue sebel banget (*bukan sebel aja lagi). Gue sebel ama bahasa Inggris dan sekaligus ama diri gue sendiri. Kenapa bisa sebel? Gue sebel karena perjuangan gue meraih impian gue tertahan oleh tembok besar benama bahasa Inggris. Temen – temen udah pada tahu mungkin kalo gue sedang berjuang keras meretas impian gue menjadi penulis atau jurnalis kan. *sok beken lu…

Mendekati batas akhir deadline tahap pertama yang gue agendakan yaitu 31 Januari 2012, sampai detik ini gue belum mendapatkan karir yang gue idam – idamkan sebagai penulis atau jurnalis. Sejauh ini gue baru menjalani satu interview di sebuah perusahaan web developer sebagai pengisi konten web (web content). Itupun sudah sudah berlangsung sejak seminggu yang lalu. Memang, sebenarnya tidak semua job employers atau para penawar perkerjaan mensyaratkan kecakapan bahasa inggris, namun jika saya amati sejauh ini, 7 dari 10 perusahaan meminta kualifikasi tersebut.

Dari diri gue sendiri sih jujur harus gue akui bahasa Inggris gue masih acak – acakan. You know me so well lah*pengen bgt beken sih. Terakhir, ada dua momen yang kemudian membuat gue sadar sesadar – sadarnya bahwa bahasa negeri Ratu Elisabeth itu bener – bener sangat amat penting.

Yang pertama, waktu gue berencana mau ikutan JDP (Jurnalist Development Program) – Metro Tv. Dalam job requirements yang ada memang ditayangkan persyaratan yang harus menguasai TOEFL 500. Tapi karena gue orang kadang kala agak ngeyel, ya gue nggak terlalu ambil pusing dengan satu persyaratan tersebut. Tapi dua hari sebelum hari- H pelaksanaan, akhirnya gue memutuskan untuk tidak ikut. Bukannya gue nggak mau mencoba, tapi lebih karena gue sadar diri karena telah ada jawaban dari teman blogger gue yang pernah ikutan JDP dan menyatakan adanya tes bahasa Inggris tersebut.

Kedua, waktu gue mau kembangin bisnis blog gue. Lagi – lagi disini gue terkendala masalah yang sama.
Sejatinya memang tidak menutup kemungkinan blog dengan konten bahasa Indonesia tidak menghasilkan uang, namun dalam urusan penghasilan, dapat dipastikan blog dengan konten bahasa Inggris lah pemenangnya. Kenapa? Penghasilan yang didapatkan dalam bentuk dollar yang kurs nya lebih besar dari rupiah. Right??

Pertanyaan besar yang muncul di benak gue adalah kenapa harus bahasa Inggris?? ok, memang ada yang bilang bahasa Inggris adalah bahasa internasional. Secara logika juga kalau jadi jurnalis trus ketemu ama bule-bule (*gk pake kambing ya, hehehe....) ya trus lu mau wawancara pake bahasa apaan?? pake bahasa tubuh... ya kalee.... Tapi, yang nggak gue ngerti sampai sekarang adalah apakah penguasaan bahasa Inggris adalah harga mati untuk sebuah persyaratan dalam lamaran kerja. Kalau jawabanya iya, ya memang gue yang harus koreksi diri.

Dari kisah diatas dengan tegas harus gue nyatakan disini bahwa sekarang gue boleh dikatakan gagal dalam urusan bahasa negeri pelopor revolusi industri tersebut. Tapi apakah gue bakal menyerah begitu saja. Tidak kawan, gue nggak bakal menyerah begitu saja. Sekarang boleh gue masih amatir dalam bahasa Inggris, tapi kedepan gue harus lebih baik lagi sampai gue mencapai tingkat mahir sekalipun.

Tapi jangan lupa juga teman -teman, kehidupan kita tidak berhenti di dunia saja. Masih ada alam akhirat yang merupakan kehidupan yang kekal. So, terdapatlah ilmu agama disana. Ilmu yang sangat jauh lebih penting lagi dari bahasa Inggris. Kenapa?? karena ilmu agama akan menuntun kita menghadapi kehidupan dunia yang fana ini serta membawa kita kepada ridho ilahi dalam kehidupan abadi diakhirat kelak.

                                                   Jakarta, 23 Januari 2012
                                               Atas Nama Bangsa Indonesia


                                                  Asepsandro - Del Irwan

Ditulis Oleh : Asep Irwan ~asepsandro

Muh.Akram Anda sedang membaca artikel berjudul Kenapa Harus Inggris?? yang ditulis oleh asepsandro yang berisi tentang : Dan Maaf, Anda tidak diperbolehkan mengcopy paste artikel ini.

Blog, Updated at: 13:14

0 komentar:

Post a Comment