Konferensi Asia – Afrika, Bukan Hanya Sekadar Ajang Pertemuan

Written By Asep Irwan on Thursday, 23 April 2015 | 21:59

Sumber gambar diakses dari www.kemlu.go.id
Penyelenggaraan dan peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA) yang ke-60 tahun baru-baru ini telah menyedot perhatian banyak publik. Konferensi yang digelar pada tangal 18-24 April persis seperti saat awal mula berdirinya KAA kali ini diadakan serentak di dua kota yaitu Jakarta dan Bandung. Besarnya publikasi dan respon dari penyelenggaraan KAA memang selalu membawa nuansa tersendiri bagi bangsa Indonesia sebagai tuan rumah. Namun, tahukah Anda jika KAA ini memiliki makna besar dan mendalam bagi negara Asia-Afrika sendiri daripada sekedar ajang pertemuan belaka? Berikut ulasannya.

Penghapusan Penjajahan dan Diskriminasi Ras
Isu paling sentral dari awal berdirinya KAA dan memang menjadi esensi dan sebab berdirinya konferensi ini adalah penjajahan (kolonialisme). Negara-negara di Asia dan Afrika memang merupakan kawasan yang banyak dieksplotasi oleh para penjajah di Eropa. Nah, karena merasa satu nasib dan sepenanggungan inilah maka semangat melawan penjajahan seperti menjadi sebuah cita-cita abadi dari KAA. Kini, impian ini masih dibawa dan serius untuk diwacanakan karena masih ada satu negara yang belum merdeka yaitu Palestina. Hasilnya hampir seluruh peserta KAA saat ini mendukung untuk kemerdekaan Palestina.

Menciptakan Perdamaian
KAA merupakan konferensi yang menjadi landasan terbentuknya Gerakan Non Blok (GNB) yaitu sebuah gerakan untuk menciptakan suasana perdamaian saat terjadinya perang dingin antara dua blok besar dunia. Bagi negara-negara di Asia-Afrika, perdamaian adalah hal yang penting. Hal ini kemudian disepakati untuk dicantumkan dalam Dasa Sila Bandung poin ke tujuh dan delapan ketika KAA tahun 1955. Poin ini tentu menjadi hal yang tetap menjadi perhatian bagi seluruh negara Asia-Afrika saat ini.

Memajukan Kerjasama di Berbagai Bidang
Negara Asia-Afrika yang kini telah banyak memperoleh kemerdekaannya, maka mereka pun harus membangun negaranya. Negara Asia-Afrika yang didominasi negara berkembang, tentu ingin negaranya tak tertinggal dari negara lain yang terlebih dahulu memperoleh kemerdekaannya. Dengan melakukan kerjasama dalam berbagai bidang dengan negara lain di Asia-Afrika maka akan terbentuk satu sinergis yang saling menguntungkan. Dan bisa jadi kawasan Asia dan Afrika bisa menjadi kekuatan yang besar dan menyaingi kekuatan Eropa dan Amerika jika mereka mau bersatu dan menjalin kerjasamanya dengan baik.

Nusantara, 23 April 2015

Ditulis Oleh : Asep Irwan ~asepsandro

Muh.Akram Anda sedang membaca artikel berjudul Konferensi Asia – Afrika, Bukan Hanya Sekadar Ajang Pertemuan yang ditulis oleh asepsandro yang berisi tentang : Dan Maaf, Anda tidak diperbolehkan mengcopy paste artikel ini.

Blog, Updated at: 21:59

4 komentar:

  1. Buset. Bahasanya berat apa emang pentium otak aku kecil yak ga begitu ngerti yang beginian. :((

    ReplyDelete
  2. Artikel yg menarik....salam kenal dari orang bandung. Senang bisa blogwalking kesini
    Salam,
    Butik Komputer

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih.. salam kenal juga.. BW kembali diusahakan...

      Delete