Lebaran, Kampung dan Para Perantau

Written By Asep Irwan on Saturday, 2 August 2014 | 15:28

Sumber gambar : google.com
Berapa kali kita mengalami idul fitri sepanjang hidup kita? Jumlah tersebut menurut pengandaian penulis adalah kuantitas dimana kita diberikan kesempatan yang luas untuk memulai hidup yang baru oleh Tuhan. Bersih dan suci setelah sebulan penuh beribadah di bulan Ramadhan. Bagi para perantau, lebaran atau idul fitri bukanlah acara ritual semata di kampungnya. Bagi mereka, lebaran yang didahului dengan peristiwa mudik merupakan sebuah cara menjaga harapan agar terus aktif dan bekerja atau berjuang menuju keadaan yang lebih baik. Saat hari lebaran itu datang, dua wujud berupa harapan dan para perantau berakulturasi menjadi satu dalam sebuah tempat bernama kampung halaman.

Siang itu kampung ayahku tiba – tiba menjadi sangat ramai menyambut kehadiran para penakluk kota. Banyak perantauan datang ke kampung ayahku saat lebaran tahun ini. Saat dimana suasana kampung riuh rendah, seketika itu pula aku lupa kalau aku juga perantau. Kampung ayahku kini memang sudah terlihat ada perubahan dalam hal kemajuan. Namun sayang, perubahannya hanya nampak secuil, itu pun sudah lama sekali. Para perantau memang selalu mendapat perhatian khusus di kampung ayahku. Para perantau yang datang akan selalu diharapkan membawa perubahan di kampung. Meski perubahan tersebut tak selalu bisa dirasakan, setidaknya mereka selalu dapat melihat sebuah harapan pada orang - orang perantau tadi.

Harapan, itulah yang selalu menjadi angan - angan orang - orang di kampung ayahku. Walau tak bisa mereka dapatkan setiap hari, tapi mereka bisa rasakan tiap kali lebaran tiba. Bagaimana cerianya melihat anak – anak kampung berlarian membelanjakan sejumlah uang THR dari para perantau. Bagaimana pula antusiasme para sesepuh kampung menyambut para penakluk kota ini. Andai saja harapan itu selalu terbit setiap hari di kampung ayahku, alangkah gembiranya melihat wajah - wajah mereka penuh dengan senyum dan tawa. Tentu menjadikan mereka penuh senyum dan tawa setiap saat bukanlah tugas para perantau. Disinilah peran pemerintah berlaku. Aku kuatir jika bapak/ibu pemimpin terhormat terlalu lama bergerak. Kemurungan para warga kampung ini bisa jadi jerit tangis yang tak terperi. Tegakah kalian ...

Namun kini ku sadar, warga kampung disini punya kekuatan luar biasa dalam menghadapi semua permasalahan yang ada. Aku sering mendengar kisah heroik dari kampung ayahku ini. Berangkat dari kampung yang No body yang sekarang menjadi Somebody. Atau tegar dan kuat dengan segala keterbatasan, yang menurutku dia juga seorang hero. Negeri ini sering membawaku pada kisah – kisah heroik terbaik, dimana sang hero itu justru berasal dari desa – desa yang mungkin telah sering kita singgahi selama ini. Maka melihat kondisi kampung dan orang – orangnya membuatku selalu optimis pada masa depan bangsa ini. kekuatan bangsa ini terletak pada rakyatnya yang luar biasa. Andai wakil rakyatnya juga bisa seperti orang – orang di kampungku ini.

Maka lebaran kali ini jadilah sebuah petualangan luar biasa bagi penulis. Lebaran yang membuat harapan tumbuh kembali seiring kelahiran kembali yang fitri. Lebaran menakjubkan di kampung halaman bersama dengan para perantau lain menciptakan energi positif yang saling mengisi. Mudah – mudahan dengan lebaran idul fitri kali ini semua kampung merasakan semangat dan harapan yang positif hingga menjadikan bangsa ini kembali bangkit dan kuat. Amiin ...

Tasikmalaya, 2 Agustus 2014
15:21

Ditulis Oleh : Asep Irwan ~asepsandro

Muh.Akram Anda sedang membaca artikel berjudul Lebaran, Kampung dan Para Perantau yang ditulis oleh asepsandro yang berisi tentang : Dan Maaf, Anda tidak diperbolehkan mengcopy paste artikel ini.

Blog, Updated at: 15:28

4 komentar:

  1. oh merantau juga yah? sukses yah bro di tanah rantau kemudian pulang ke kampung halaman menjadi somebody hoho

    ReplyDelete
  2. dr nobody mjd some body... mantap kang :D

    ReplyDelete
  3. @Doni : iya merantau, amiin, makasi bro.. :) @Lucky: makasih ... :)

    ReplyDelete
  4. Merantaulah...
    Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman
    Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang

    Merantaulah...
    Kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan
    Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang

    pesan imam Syafi'i pada para perantau ... selamat buat agan ...

    ReplyDelete