Melawan ala Pahlawan

Written By Asep Irwan on Wednesday, 31 July 2013 | 22:28

Banyak kata yang bisa dikaitkan dengan sosok seorang pahlawan. Pemberani, tegas, pembela kebenaran, pemberangus kejahatan, dan mungkin lain sebagainya. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pahlawan adalah : orang yg menonjol krn keberanian dan pengorbanannya dl membela kebenaran; pejuang yg gagah berani; Pertanyaannya adalah apakah sesederhana itu arti dan entitas seorang pahlawan? Ataukah sebenarnya pahlawan itu hanya serangkai huruf yang semu dan sebuah artifisial saja.

Menurut saya, seorang pahlawan punya satu indikator yang real dan fundamen. Satu hal dari otentifikasi dan identifikasi itu adalah lawan (melawan), sebuah kata dasar dari kata pahlawan itu sendiri. Bagi saya, kata tersebut merupakan embrio dari lahirnya sosok pahlawan yang merupakan harga mati dan tak bisa ditawar-tawar. Fakta sejarah pun tak mengelak dari pilihan kata dasar itu. Hampir semua pahlawan yang lahir dari seluruh peradaban dunia ini (terkecuali dengan kasus tertentu) dipastikan pernah melakukan perlawanan. Tak berarti mereka (baca : pahlawan) harus melawan penjajah atau penjahat. Melawan ketidakadilan dan ketidakwajaran dari hakikat kebenaran pun bisa dikategorikan sebagai melawan.

Kontroversi pahlawan memang tak bisa dielakkan dari sederet perjalanan sebuah bangsa. Hal ini terjadi karena banyak hal dan sebab. Dari kriteria pakem pahlawan yang (masih) tidak jelas, bad ending effect seorang tokoh dalam hidupnya serta tentunya tarik – ulur sebuah kepentingan. Tak pelak, penentuan seseorang untuk didaulat menjadi seorang pahlawan memerlukan waktu yang cukup lama. Hal ini sangat wajar, karena kata pahlawan adalah kata yang sakral yang tak sembarangan disematkan kepada seseorang.

Namun sekali lagi, opini saya tetap bersikukuh bahwa seorang pahlawan haruslah memiliki satu sifat minimal yaitu melawan, dengan apapun nanti kriteria tambahannya. Karena menurut saya dengan sifat melawan itu ia akan mampu membuat angin perubahan, tentunya perubahan ke arah yang lebih baik. Seorang yang terhanyut di sungai akan tetap terbawa arus sungai jika ia tak melawan aliran air tersebut. Seseorang juga akan mati sia-sia jika ia tak mampu melawan segerombolan anjing liar yang dijumpainya dengan tiba-tiba.

Dengan situasi yang mengancam, terutama nyawa, semua manusia memerlukan sebuah perlawanan untuk menyelamatkan hidup dan keberlangsungan diri. Tanpa perlawanan, hidup takkan berwarna, karena dilawan, manusia mengkoreksi, karena saling melawan lahirlah seorang pemenang untuk dijadikan sebagai contoh. Dengan melawan, kehidupan menjadi dinamis. Dengan melawan akan terlihat siapa yang salah dan siapa yang benar. Dan dengan melawan, lahirnya kehidupan yang saling membenahi untuk menuju peradaban manusia yang lebih baik dan lebih baik lagi.

Rawabelong, 31 Juli 2013

Manusia Pencari Aku

Ditulis Oleh : Asep Irwan ~asepsandro

Muh.Akram Anda sedang membaca artikel berjudul Melawan ala Pahlawan yang ditulis oleh asepsandro yang berisi tentang : Dan Maaf, Anda tidak diperbolehkan mengcopy paste artikel ini.

Blog, Updated at: 22:28

0 komentar:

Post a Comment