Menang Tanpo Ngasorake, Petuah Jawa Untuk Pemilu Yang Lebih Baik

Written By Asep Irwan on Saturday, 31 May 2014 | 20:10

Sumber gambar : google.com
Petuah ini sebenarnya tidak hanya diperuntukkan buat pemilu (pemilihan umum) saja. Pepatah ini bisa berlaku lebih luas disegala lini kehidupan. Cuman momen pemilu kali ini membuat saya harus menitikberatkan pada agenda lima tahunan ini. Pesta demokrasi yang selalu menjadi harapan dua ratus juta juta lebih rakyat Indonesia untuk menapaki kehidupan yang sesuai dengan janji – janji wakilnya di parlemen dan pemerintahan.

Mungkin teman – teman semua sudah tahu tentang black campaign (kampanye hitam) yang akhir - akhir ini marak menjelang pemilihan presiden. Menurut wikipedia, black campaign adalah kampanye politik yang dilakukan dengan menggunakan metode rayuan yang merusak, sindiran atau rumors yang tersebar mengenai sasaran kepada para kandidat atau calon kepada masyarakat agar menimbulkan presepsi yang dianggap tidak etis terutama dalam hal kebijakan publik. Dalam kampanye hitam, satu pihak akan berusaha mencari – cari kesalahan, kelemahan atau kekurangan yang ada pada lawan politiknya. Akibatnya opini publik bisa teracuni. Saya katakan teracuni karena menurut saya kampanye hitam itu adalah racun.

Menurut saya jika mau mendapat simpati rakyat para kandidat ini harusnya berlomba membuat prestasi. Saya bukan pendukung pasangan capres dari manapun. Saya cuma teringat apa yang dibilang oleh kerabat saya di Jawa kalau kemenangan hidup itu akan sia – sia jika dilakukan dengan cara menjatuhkan orang lain. Jawa memang memiliki segudang petuah dalam mengarungi kehidupan. "Menang tanpo ngasorake" adalah salah satunya, yang artinya menang tanpa menjatuhkan dan merendahkan orang lain. Menurut saya, kampanye hitam adalah cara menang seorang pengecut, karena ia tak mau bersusah payah untuk mengupgrade diri. Ia hanya mencari kelemahan orang lain, semuanya beres. Tapi ini bukan cara bermartabat sebagai manusia. Sebagai manusia, harusnya kita mencari sebanyak mungkin kelebihan orang lain dan mengorek sedalam mungkin kekurangan diri sendiri. Lalu ketika kemudian kemenangan menghampiri kita, maka itulah kemenangan yang sejati.

Betapa hebatnya pesta demokrasi kali ini jika semua pihak, kandidat dan pendukungnya mau menerapkan petuah ini. Kampanye hitam adalah contoh yang tidak baik untuk generasi penerus bangsa. Bagaimana mungkin mengharapkan calon pemimpin bangsa dari generasi mendatang kalau pemimpinnya yang sekarang memberi contoh yang buruk. Jadi tolonglah para bapak – bapak calon pemimpin negeri ini, jadikan pemilu ini ajang demokrasi yang patut dikenang dan dicontoh oleh generasi penerus nantinya. Indonesia harus segera berbenah. Apapun yang perlu diperbaiki ya musti kita perbaiki. Tak terkecuali pemilu dan sistemnya. Tujuannya jelas untuk menjadikan Indonesia lebih baik dan lebih maju lagi.

Batavia, 31 Mei 2014
19:45

Ditulis Oleh : Asep Irwan ~asepsandro

Muh.Akram Anda sedang membaca artikel berjudul Menang Tanpo Ngasorake, Petuah Jawa Untuk Pemilu Yang Lebih Baik yang ditulis oleh asepsandro yang berisi tentang : Dan Maaf, Anda tidak diperbolehkan mengcopy paste artikel ini.

Blog, Updated at: 20:10

3 komentar:

  1. gue juga sering kesel tuh sama kampanye hitam. mereka malah membikin masyarakat enerima informasi yang tidak sesuai fakta. seharusnya kan lebih baik menyebar sisi positif dari kedua belah pihak agar masyarakat lebih mudah untuk menentukan mana yang terbaik. bukan malah seperti itu, percuma menang kalo hasil dari curang.

    yaa siapapun yang terpilih jadi presiden nanti semoga bisa membuat indonesia menjadi lebih baik aja deh amin

    ReplyDelete
  2. iya nih bang, aku aja jadi males buka beranda twitter, banyak black campaign. jelek-jelekin pak jokowi. ya bukannya aku belain pak jokowi, cuma jijik aja liat caranya tim sukses yang sampe sebegitu parahnya jelek-jelekin orang. padahal nih ya, pas aku scroll down TLnya banyak juga retweetan tentang agama, saling menghormati dll. Tapi kok dianya nggak ngerasa ya kalo apa yang dia ucapin itu bertentangan sama RTan agama yang dia baca. :))

    ReplyDelete
  3. @maz Reyza : amiiinn...!!
    @reny puji : itulah orang yang sudah teracuni politik. Ia bisa berubah - ubah kaya bunglon. Sekarang bilang A, besok bisa bilang B, besoknya lagi bisa bilang C, dst.

    ReplyDelete