![]() |
Sumber gambar : www.keberbagaian.blogspot.com |
Meruntuhkan segala gerah yang ada
Seperti rembulan yang merindukan bintang-bintang
Kehadiran bulir-bulir hasil kondensasi itu membawa jiwa ini sejenak tenang
Malam mengudara di langit metropolitan kala itu
Mendesis bak tarian liliput di pelataran rumah
Tiba-tiba hujan turun membasahi lautan aspal hitam
Basah sejadi jadinya
Namun mereka rupanya berseru untuk bersatu
Berserikat untuk turun sepanjang waktu
Akhirnya air pun tumpah bah menghantam bumi
Membuat keceriaan berubah menjadi kecemasan
Maka lahirlah banjir yang melahap kota dan desa
Atau longsor yang meruntuhkan daya dan cipta
Maka menjeritlah kita seketika
Merintih dengan segala kealpaan yang telah ada
Seperti mendung sebagai pertanda
Maka apakah cerita ini tak ada riwayat?
Seperti kata yang membentuk kalimat
Mungkinkah ini sebuah rangkaian nada yang membentuk harmoni?
Yang pasti perserikatan air air telah mengemuka
Memberi celah dan cermin untuk kita semua
Untuk berfikir dan merencana sebuah kisah
Menuju sebuah arah yang tepat untuk dijelajah
Maka bergeraklah kita bukan untuk melawan
Berjalanlah kita bukan untuk meninggalkan
Namun kita akan bersahabat dengan air
Menjadikannya bermanfaat untuk sesama
Nusantara, 16 Desember 2014
0 komentar:
Post a Comment