![]() |
Sumber gambar : google.com |
Mungkin anda masih ingat dengan pernyataan Alm. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang menyebut bahwa DPR tak ubahnya seperti Taman Kanak – Kanak. Dari sidang paripurna kemarin sepertinya pernyataan beliau ada benarnya juga. Bagaimana tidak, sidang yang semestinya berjalan dengan proses demokrasi yang tertib justru tak karuan layaknya anak – anak yang bermain, bersenda gurau bahkan berkelakar sesukanya.
Dari sidang UU Pilkada dan sidang paripurna kemarin jelas rakyat lah yang menjadi korban. Sidang yang seharusnya menjadi wadah aspirasi rakyat justru malah menjadi lahan intensif bagi kepentingan partai politik. Masing – masing anggota parlemen tetap bersikukuh dengan keputusan partainya dan bukan mengusung apa yang dinginkan rakyatnya.
Bicara wakil rakyat yang terhormat diparlemen memang tak ada habisnya. Saya sebagai rakyat jujur sangat muak dengan kelakuan anggota parlemen di DPR saat sidang UU pilkada dan paripurna kemarin. Sebagai wakil rakyat seharusnya mereka memberi contoh yang baik bagi yang diwakili. Namun yang terjadi pada kedua sidang tempo hari adalah cerminan buruk bagi kehidupan bangsa ini. Saya sampai heran sampai kapan perilaku buruk anggota dewan yang terhormat ini akan patut dicontoh. Padahal pada sidang paripurna kemarin malam, para anggota dewan itu baru saja dilantik dan dimabil sumpahnya. Jika memang pola para wakil rakyat ini sudah terlihat seperti ini dan untuk seterusnya, apakah dekrit pembubaran DPR yang dulu pernah dicetuskan Alm. Gus Dur sudah layak diperhitungkan kembali?
Batavia, 2 Oktober 2014
setuju...!! sidang kemarin hari memang memuakkan... malu-maluin... mending bubarin aja tuh DPR.. nggak guna..
ReplyDeleteWah sayangnya saya tak punya kapabilitas untuk bubarin DPR bung. Klo punya sih udah saya bubarin dari dulu.. Hahaha...
ReplyDelete