Makan, Memakan dan Dimakan

Written By Asep Irwan on Thursday, 4 June 2015 | 22:14

Sumber gambar dari www.dreamstime.com
Dalam dunia yang semakin modern, ternyata banyak hal terkait aktivitas makan sebagai pemenuhan kebutuhan dasar manusia yang menjadi kian mencengangkan. Sebuah rantai makanan yang amat membuat miris hidup karena sesama manusia yang saling bertarung untuk “memakan” lawannya. Ini bukan soal kanibalisme seperti suku-suku terasing, namun jauh lebih dari itu, kasus ini menjadi lebih ekstrim dan berbahaya untuk proses regenerasi manusia yang lebih baik dan beradab.

Ironi Negeri Surga
Kondisi negara yang semakin heterogen dan timpang pada hal ekonomi memang akan membuat pemenuhan kebutuhan perut ini mengalami hal yang tidak berimbang. Ada kelompok masyarakat yang bisa makan apa saja yang ia inginkan dan memikirkan menu makannya hingga satu-dua minggu. Ada juga kelompok masyarakat yang kemudian berpikir keras "apa bisa makan esok hari?" Ironi yang mengerikan telah menimpa negeri yang katanya tanahnya berasal dari surga ini.

Makan Dan Memakan
Sebagian masyarakat memang telah menjadi kelompok "VIP" dalam hal makan-memakan ini. Mereka kelompok "VIP" ini adalah orang-orang yang tak lagi memikirkan kebutuhan primer, terutama dalam urusan pangan. Mereka adalah orang yang telah mencapai posisi puncak piramida rantai makanan era modern. Bahkan sebelum ia mulai melakukan aktivitas makannya, ia sangat mampu menjadi orang yang super-power untuk bisa membagikan makanannya kepada yang lain. Namun sayang, dalam beberapa kasus, orang dalam kelompok ini bisa sangat membahayakan dan menakutkan karena ia mampu memakan apapun yang ia kehendaki, termasuk nyawa manusia. Dunia modern yang semakin edan tersebut mereka telah menjadi sekelompok pemangsa terganas yang pernah ada di alam semesta ini.

Makan Ati dan Asal Kumpul
Kelompok berikutnya dari kompetisi makan-memakan generasi manusia modern adalah kelompok underdog. Kumpulan orang-orang yang tiap hari “makan ati” dan tak jumawa atas perlawanan yang tak adil, hingga akhirnya ia tersisih dari kompetisi. Celakanya, bukan hanya tersisih, mereka pun menjadi korban keganasan dari sistem rantai makanan yang jahat dan tak beradab ini. Tanpa tahu sebabnya, ia “Dimakan” oleh sekumpulan manusia pemakan segalanya tadi. Namun demikian, mereka orang-orang tersisih ini bukan tanpa kekuatan. Justru dibalik kekalahannya itu, mereka memiliki sistem dan cara hidup yang sangat menggembirakan hingga membuat daya kekebalan tubuhnya menjadi berlipat-lipat. Mereka ini adalah kelompok yang selalu bernyanyi “makan nggak makan asal kumpul” dan bergembira atas semua nikmat Tuhan yang telah diberikan padanya.

Nusantara, 4 juni 2015

Ditulis Oleh : Asep Irwan ~asepsandro

Muh.Akram Anda sedang membaca artikel berjudul Makan, Memakan dan Dimakan yang ditulis oleh asepsandro yang berisi tentang : Dan Maaf, Anda tidak diperbolehkan mengcopy paste artikel ini.

Blog, Updated at: 22:14

4 komentar: