Bagaimana Nasib Sawahku Nanti?

Written By Asep Irwan on Saturday, 27 June 2015 | 21:15

Sumber gambar : dokumentasi pribadi
Hamparan hijau dipelupuk mata
Luas mencerahkan pandangan sore itu
Di sisi lain ada sekelompok dari mereka yang telah menguning
Bersiap untuk dipanen dan diperdayakan untuk kepentingan manusia

Sungguh indah dan subur negeri ini
Alam raya yang elok membuatku melamun kala itu
Tiba-tiba lamunanku buyar seketika
Aku teringat akan nasib sebulir nasi yang telah merana

Ya, mereka yang lahir dari sawah-sawah mulai dicampakkan
Nasi yang menjadi pangan itu telah menjadi lumpur
Bukan bubur, tapi lumpur yang tak bisa dimakan lagi
Tetiba aku merasa miris merasakan situasi ini

Nasi tak lagi menemukan jati dirinya
Ia sudah digantikan oleh buah dan gandum
Dengan alasan kesehatan dan diet
Makanan pokok itu telah diusir dari negerinya sendiri

Dengan kebencian yang mendalam, ia kini dianggap berbahaya
Karena sebab ketakutan yang berlebihan, menurutku
Tak ada yang perlu dicemaskan bila kita tak berlebihan
Tak perlu ada yang dikhawatirkan bila kita memiliki cara pandang yang benar


Belum lagi nanti banyak sawah yang tergusur
Tersisih oleh bangunan beton nan angkuh itu
Tergerus peradaban zaman
Mengiringi laju populasi yang tak bertepi

Namun apalah daya, nasi sudah menjadi lumpur
Tak bisa dikreasi lagi, tak bisa diolah lagi
Hingga akhirnya tak bisa dimakan lagi
Mungkinkah negeri ini akan tak hijau lagi?

Entahlah, yang pasti aku akan tetap merindu
Hijaunya sawah nan mempesona
Sejuta kata yang kan ku sampaikan
Demi ketakjubanku atas ciptaan sang Maha Kuasa

Nusantara, 27 Juni 2015

Ditulis Oleh : Asep Irwan ~asepsandro

Muh.Akram Anda sedang membaca artikel berjudul Bagaimana Nasib Sawahku Nanti? yang ditulis oleh asepsandro yang berisi tentang : Dan Maaf, Anda tidak diperbolehkan mengcopy paste artikel ini.

Blog, Updated at: 21:15

5 komentar:

  1. setuju mas. seolah-olah nasi yang salah sampai begitu gencarnya. padahal punya makanan pokok khas itu penting; jangan sampe kita dijajah karena soal perut saja tergantung orang lain.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Padi (nasi) merupakan produk kekayaan alam negeri kita yang harus terus kita jaga jangan sampai dipermainkan oleh beberapa oknum (terutama oknum asing) yang ingin melenyapkan padi dengan membuat alibi atau motif kesehatan.

      Delete
  2. Bagiku positif aja sih kalau memang utk kesehatan, asal jgn sampai, isu ini, ditunggangi oleh kepentingan2 lain, sperti pembangunan yg mmbabi buta shg mengorbankan sawah2...

    ReplyDelete
    Replies
    1. masalahnya, sepertinya ada usaha dari beberapa pihak asing yang ingin menenggelamkan komoditas padi dengan motif kesehatan.. Padahal jika kita konsumsi dengan wajar dan tak berlebihan, nasi tak akan berdampak apa-apa..

      Delete