Di Senayan pandangan mereka tertuju pada pertandingan sepak bola disamping lapangan latihan timnas Indonesia dan mereka memutuskan untuk melihatnya. Udara, pemandangan dan suasana sore itu sangatlah indah. Keindahan sore memang selalu membuatku terpana, terkesima sekaligus takjub akan kuasa ilahi menciptakan panorama sore. Dimanapun sore itu berada tak pernah ku saksikan sedikitpun berkurangnya keindahan itu, termasuk ditempat ini. Panorama sang helio dan udara semilirnya membuatku merasa tenang, damai dan sangat – sangat rileks sekali saat itu. Pemandangan sepak bola semakin membawa imajinasiku terbang ke kampung halaman yang selalu kunanti-nantikan sepanjang hidupku.
Indahnya Sore :
Cahayamu selalu membawa damai dalam hati ini
Semilirmu, sunset itu selalu membuatku takjub padamu
Ku ingin selalu jumpa denganmu setiap saat
Terimakasih Tuhan telah menciptakan sore ini
Puja dan pujiku selalu untukMu
Keindahan yang tak tergantikan sepanjang masa
Ku ingin selalu melihat keindahan sore itu disepanjang hidupku
Terima kasih sore….
Tak terasa sore akan mengakhiri keindahannya. Sang surya akan kembali ke peraduannya, mengisi keindahan sorenya untuk belahan bumi yang lain. Iwan dan Ito pun bergegas menuju motornya untuk melanjutkan perjalanan dan mungkin untuk pulang menuju rumahnya.
Diperjalanan mereka terjebak hujan…..deras.…sangat deras sekali……sampai-sampai tempat mereka berteduhpun membuat mereka basah kuyup. Sejurus pun mereka memutuskan untuk nekat menerobos derasnya presipitasi yang disertai angin dan petir. Sudah kepalang basah, ya sudah mandi aja sekalian..mandi hujan, begitu yang katakan Ito kepada Iwan. Dalam perjalanan menerobos derasnya hujan tersebut mereka terjebak oleh keganasan banjir kota Jakarta. Tiga lautan air akibat buruknya drainase itu membuat mesin motor mereka terendam. Beberapa motor mogok, namun tidak untuk “vega” motor kebanggaan si Iwan. Si “vega” menerobos tiga lautan air tersebut dengan tenang tanpa celah tanpa ada masalah mesin apapun. Wooow,,yeaah….i’m number one……I’m the champions…..!!! Si Iwan berteriak tak karuan di tengah jalan, seolah telah mengalahkan Lin Dan dalam Olimpiade dalam perebutan medali emas.
"If you're happy and you know it, clap your hands....."
Enong Maryamah – Padang Bulan
0 komentar:
Post a Comment