Diskusi
dan belajar bersama merupakan salah satu kegiatan dan tradisi yang sudah lama
ada dan dilakukan oleh sekelompok orang dengan tujuan mendapat ilmu dan
pengetahuan. Bahkan begitu pentingnya kegiatan diskusi ini, para pejuang
kemerdekaan pun sering melakukannya agar tujuan membebaskan Indonesia dari
penjajah bisa terealisasi. Sebut saja seperti Sutan Sjahrir, M. Natsir, Muhammad
Hatta, Soekarno, H.O.S Cokroaminoto dan pejuang lainnya, seringkali menggelar diskusi.
Meski
kemudian forum-forum diskusi ini sempat mengalami pemberangusan di masa
penjajahan dan orde baru, tapi kenyataannya, aktivitas diskusi tetap
mendapatkan tempat di masyarakat hingga saat ini.
Forum
Maiyah, Belajar dan Diskusi Bersama
Salah satu
forum diskusi dan belajar bersama yang kini masih eksis dan bisa kita ikuti
adalah Maiyah (Maiyahan). Maiyah sendiri berasal dari bahasa Arab yaitu ma'a
yang berarti bersama dan ma'iyatullah yang berarti kebersamaan dengan Allah.
Secara sederhana Maiyah memiliki makna dan bisa diartikan sebagai kebersamaan.
Maiyah
sendiri adalah lingkup atau lingkar besar dari beberapa forum diskusi dan
belajar bersama di Indonesia yang diinisiasi oleh Emha Ainun Nadjib (Cak Nun).
Jadi dalam maiyah ini ada beberapa forum di berbagai kota yang tersebar di
seluruh Indonesia. Sebut saja misalnya Kenduri Cinta di Jakata, Mocopat Syafaat
di Jogja, Bang Bang Wetan di Surabaya, Gambang Syafaat di Semarang, Padhang
Mbulan di Jombang dan lain sebagainya.
Dari
beberapa lingkar maiyahan yang ada, Kenduri Cinta merupakan salah satu forum
yang sering saya ikuti. Kenduri Cinta yang sudah eksis selama 24 tahun hingga
saat ini, diadakan setiap satu bulan sekali di Taman Ismai Marzuki, Jakarta.
Saya sendiri mulai aktif mengikuti Kenduri Cinta sejak tahun 2012 hingga tahun
2016 karena harus kembali ke kampung halaman.
Meski sudah tidak aktif langsung datang ke Kenduri Cinta, saya masih mengikuti forum ini melalui channel online yang ada. Saya sendiri merasa cukup terkesima dengan forum Maiyahan termasuk Kenduri Cinta. Ini karena forum ini bagi saya sangat komprehensif, berisi dan pastinya bernilai.
Forum Diskusi Multidimensi dan Mutikultural
Di sini
kita bisa menyimak uraian dari beberapa narasumber yang kompeten dan ahli
dibidangnya. Pembahasan atau diskusi dalam forum ini juga bersifat
multidimensi, walaupun beberapa forum maiyah menggunakan tema tertentu saat
itu. Berbagai pembahasan dari masalah kebangsaan, ekonomi, politik,
sosial-budaya, agama dan elemen kehidupan bisa dibahas secara mendalam dan bisa
jadi memiliki sudut pandang berbeda dari pendapat umum.
Dalam forum maiyah ini, siapa pun bisa datang dan gratis tanpa dipungut biaya sepeser pun. Forum sendiri biasanya dimulai pada malam hari mulai pukul 08.00 waktu setempat. Hebatnya, tak jarang diskusi akan berjalan sepanjang malam hingga waktu berganti hari sampai berakhir menjelang subuh. Meski forum berlangsung pada malam hari, semua yang hadir bisa tertib tanpa harus ditertibkan dan menjaga keamanan masing-masing tanpa harus diberikan aturan.
Selain
diskusi, dalam forum maiyah ini kita juga bisa bersantai dengan mendengarkan
beberapa pertunjukan budaya seperti musik, musikalisasi puisi, teater, tari dan
lain sebagainya. Setelah beberapa termin pembahasan, dalam forum ini juga
dihadirkan diskusi dengan jamaah maiyah (sebutan orang-orang yang hadir dalam
forum). Nah dalam diskusi ini jamaah bisa merespon apa yang telah dijelaskan
atau bertanya kepada narasumber.
Interaksi diskusi dan belajar bersama dalam forum maiyah ini menurut saya jelas sangat berarti. Sebab, dalam diskusi dan belajar bersama ini kita bisa mendapatkan banyak ilmu dan hal-hal yang bisa saja tidak kita dapatkan di luar sana. Saya sendiri sudah merasakan setelah mengikuti Kenduri Cinta selama kurang lebih 4 tahun, ada banyak manfaat yang bisa didapatkan dan diterapkan dalam kehidupan.
0 komentar:
Post a Comment