![]() |
sumber foto: dokumen pribadi |
Meninggalkan Kota Jakarta
Sudah hampir 8 tahun saya menjalankan pekerjaan sebagai
writer dengan status full time freelancer. Selepas mendapatkan job di MaxManroe.com yang bisa dikerjakan secara remote tahun
2015, saya pun berani untuk meninggalkan Kota Jakarta untuk kembali ke kampung
halaman di Tasikmalaya. Tentu saja keputusan untuk kembali ke rumah ini tidak
serta merta muncul begitu saja. Tapi dengan berbagai banyak pertimbangan, saya
pun memantapkan hati untuk melakukannya.
Sebelum benar-benar menjadi full time freelancer, saya pun
sudah mencoba pekerjaan part-time di JakartaPedia.net. Di sini saya mengerjakan pekerjaan dengan
sesekali datang ke kantor dan lebih banyak di luar kantor. Karena merasa lebih
nyaman dan lebih optimal, saya pun memutuskan untuk benar-benar menjadi full
time freelancer setelah kontrak habis di JakartaPedia.
Menjadi full time freelancer di tahun-tahun pertama ini cukup
menantang. Sebab selain belum terbiasa bekerja “lebih bebas” tanpa jam kantor,
banyak hal-hal yang perlu saya pelajari dari sistem kerja seperti ini. Terlebih
lagi penghasilan sebagai full time freelancer di tahun-tahun pertama terbilang
masih jauh dari pekerjaan full time di Jakarta. Namun karena saya ingin belajar
lebih dari cara bekerja sebagai full time freelancer, saya pun memutuskan untuk
maju dan pantang mundur.
Bekerja sebagai content writer di situs MaxManroe.com ini benar-benar profesional. Bang Marikxon
Manurung sebagai founder-nya terus memantau proses penulisan dari para
freelancer baru termasuk saya. Hingga pada akhirnya tulisan saya terus naik di
website meski beberapa diantaranya harus mengalami revisi terlebih dahulu. Tak
terasa kepercayaan dari Bang Marikxon terus berlanjut hingga saya bisa menjadi
penulisnya selama 3 tahun.
Join dengan Sribulancer
Setelah beberapa waktu bekerja di MaxManroe.com, saya menemukan sebuah platform freelancer
bernama Sribulancer. Platform Sribulancer merupakan tempat yang mewadahi para
job recruiter dan para freelancer untuk bertemu dan saling bekerja sama
mengerjakan project yang ada.
Di platform Sribulancer ini saya pun mencoba peruntungan.
Dengan aplly job sana-sini, alhamdulillah satu persatu ada yang mempercayakan
pekerjaannya kepada saya. Project yang sudah deal ini saya kerjakan dengan
sungguh-sungguh hingga mendapatkan bintang lima.
Dari satu per-satu project di Sribulancer yang terselesaikan
dengan bintang lima, alhamdulillah lama-kelamaan semakin banyak klien yang
merekrut saya untuk mengerjakan project-nya.
Menjadi freelancer di Sribulancer ini sangat menyenangkan.
Selain website-nya yang sangat user friendly, customer service yang ada juga
sangat responsif. Jadi ketika saya mengalami masalah atau ingin bertanya
sesuatu, akan langsung dijawab oleh admin Sribulancer dengan cepat.
Tidak begitu lama menjadi freelancer di Sribulancer,
alhamdulillah saya mendapatkan status atau predikat “trusted freelancer”. Dari
sini saya pun semakin mudah mendapatkan job atau project baik dari pihak luar
atau dari Sribulancer sendiri. Dengan status sebagai “trusted freelancer” ini
memang saya punya kesempatan untuk mengambil job langsung yang ditawarkan pihak
Sribulancer.
Beberapa tahun kemudian saya pun sempat ditawari oleh
Sribulancer sebagai pembicara event di Jakarta. Sayangnya karena waktu itu
sedang ada kesibukan lain, saya tidak bisa mengambil tawaran tersebut.
Di sini saya benar-benar ingin berterima kasih pada
Sribulancer yang telah memberi ruang dan kesempatan menjadi trusted freelancer.
Terimakasih juga pada mas Ryan Gondokusumo sebagai CEO Sribulancer yang selalu
menanggapi saran dan keluhan saya.
Luncurkan Aswan Content
Writer (ACW)
Dari semakin banyaknya klien yang datang, saya pun merasa
keteteran dan kewalahan mengatur waktu dan pekerjaan. Dari sini saya pun
kemudian berinisiatif menghadirkan Aswan Content Writer (ACW). Di sini saya pun
mulai melakukan rekrutmen kecil-kecilan untuk mengambil freelancer lain yang
bisa membantu saya mengerjakan project.
Kira-kira ada tiga freelancer dari kalangan terdekat yang
saya rekrut secara bertahap untuk membantu saya mengerjakan project. Meski dari
kalangan terdekat saya tak mau gegabah merekrutnya. Sebelumnya saya uji coba
dulu mengerjakan test menulis artikel yang sesuai standar atau kriteria saya.
Setelah cocok dengan tulisannya, saya pun memutuskan untuk menjadikannya
sebagai tim dari ACW.
Dari kehadiran ACW dan semakin banyaknya klien yang masuk,
saya pun memutuskan untuk menikah dengan wanita idaman saya di kampung halaman.
Dari penghasilan sebagai full time freelancer ini alhamdulillah saya memang
bisa menikah dengan biaya sendiri dan juga sedikit-sedikit membantu orangtua.
Tapi cerita lain muncul beberapa waktu setelah menikah ...
Keadaan yang Mulai Berubah
Dengan hadirnya ACW ini saya berpikir bahwa saya akan meraih
sukses. Namun realitanya kemudian ternyata tidak seperti yang dibayangkan.
Beberapa waktu setelah meluncurkan ACW dan menikah di akhir tahun 2017, project
yang masuk terus menurun.
Beberapa klien bagus yang berlangganan artikel pun mulai
mengurangi ordernya. Di sini saya pun melakukan koreksi dengan sungguh-sungguh
mengenai apa yang sedang terjadi.
Karena keadaan yang terus tidak berubah, akhirnya dengan berat
hati saya harus mengurangi rekan penulis saya di ACW hingga tersisa satu.
Kesalahan memang bukan dari mereka, tapi mungkin saya yang terlalu berambisi
dan egois. Dari kejadian ini saya pun tersentak dan tersadarkan bahwa bisa jadi
selama ini saya kurang bersyukur.
Dengan menyisakan beberapa project yang ada, saya dan istri
pun mencoba bertahan. Untungnya saya punya istri yang sangat pengertian dan mau
menerima keadaan.
Satu tahun setelah menikah, alhamdulillah saya dan istri
dikaruniai buah hati. Dengan tanggung jawab yang semakin besar sebagai kepala
keluarga dan ayah, saya terus mencoba berusaha untuk kembali bangkit.
Masa Pandemi yang Semakin
Menyesakkan
Perjuangan dan doa saya untuk mengembalikan keadaan seperti
semula ternyata masih belum di-ijabah oleh Tuhan. Alih-alih bisa kembali
mendapatkan banyak order, yang terjadi justru sebaliknya yaitu beberapa klien
memutuskan untuk stop. Dari sini keadaan pun semakin menyesakkan.
Keputusan klien yang memutuskan stop order ini memang saya
pahami mengingat keadaan pandemi Covid-19. Dengan adanya peraturan pembatasan
kegiatan sosial dari pemerintah membuat perekonomian melambat dan banyak bisnis
yang mengalami penurunan omset. Dari sinilah bisa dibilang saya terkena imbas
dari dampak masa pandemi tersebut.
Untungnya meskipun ada beberapa klien yang memutuskan stop,
saya masih tetap mendapatkan penghasilan dari beberapa order artikel yang
masuk. Tapi memang penghasilan yang ada kali ini bisa dibilang cukup menurun
drastis dari sebelumnya. Namun sekali lagi saya mencoba untuk tetap berpikir
positif dan ber-khusnudzon kepada Tuhan.
Saya pun tetap bersyukur dengan masih diberikan kesehatan,
masih adanya penghasilan serta istri yang mau menerima keadaan. Sebab bila
melihat situasi di luar, banyak terjadi PHK karena efek pandemi yang begitu
dahsyat. Dan meskipun order menurun, saya memutuskan untuk tetap produktif
dengan menulis sembari terus aplly job yang ada.
Akhir kata semoga pandemi ini segera berakhir dan membuat
keadaan kembali seperti dulu. Dan semoga kita semua mendapat jalan terbaik
untuk pekerjaan yang sedang dijalankan. Aamiin ...
0 komentar:
Post a Comment