Identifikasi Libur

Written By Asep Irwan on Friday, 3 January 2014 | 19:42

Tempo hari adalah pekan – pekan dan masa libur bagi sebagian besar orang. Apakah anda mengalaminya juga? Libur sekolah, libur kerja atau libur akhir tahun? Apapun jenis libur yang anda jalani saat ini, menurut saya, sudah tiba waktunya bagi anda lakukan identifikasi. Teman – teman mungkin sudah pernah mendengar bahwa kata – kata sangat mempengaruhi pola pikir dan tindakan kita pada akhirnya. Hati – hati dengan kata – kata yang sering kita ucapkan ataupun yang sering kita dengar. Seorang pemimpin kelompok pembebasan Zapatista, Subcomandante Marcos, menggunakan kata - kata sebagai senjata untuk melawan pemerintahan Meksiko yang telah membuat rakyat Meksiko menjadi miskin dan kelaparan.

Lalu apa yang perlu kita identifikasi ulang dari masa libur ini? tentu kata libur itu sendiri. Mengapa? Karena kata ini bisa berbahaya kalau dibiarkan terus – terusan dalam benak kita. Sesungguhnya hari libur itu tak ada, yang ada adalah hari yang berbeda. Kalau manusia menyatakan hari ini adalah hari libur, maka artinya ia selama 24 jam harus menghentikan seluruh aktivitasnya, karena satu hari itu 24 jam. Sekolah dan kerja juga tak musti libur. Ketika sekolah libur artinya ia tak lagi belajar. Padahal belajar dan kerja itu harus dilakukan sepanjang waktu. Belajar itu tak hanya di sekolah. Bekerja juga tak musti di kantor. Alam lingkungan disekitar kita adalah lahan dan laboratorium luas untuk bekerja dan belajar.

Maka saat kita tak beraktivitas seperti biasanya baik di sekolah maupun di kantor, carilah sekolah dan kantor-mu di luar sana. Mungkin kamu bisa menemukan sekolah dan kantor-mu yang lain di jalanan, di warung, di pos ronda, di rumah teman, di tempat rekreasi atau mungkin juga di rumahmu sendiri. Yakinlah, dari luar sana, kamu akan mendapatkan hal yang lebih dari apa yang kau bisa dapatkan di sekolah ataupun di kantor, asal kamu mau membuka hati dan pikiranmu. Bahkan ada seorang budayawan Semarang Cak Prie yang mengatakan bahwa bepergian hanya cocok untuk dua alasan : demi pekerjaan atau demi ilmu. Jika demi liburan sebaik-sebaik liburan adalah rumah.

Dari sini, jangan mau lagi tertipu dan terpengaruh dengan kata – kata ijmal atau konvensional yang ada. Memang tidak semua kata musti kita revisi. Kita cukup bersikap kritis saja. Kita cerna dulu, tidak tiba - tiba ditelan mentah – mentah. Maka sesungguhnya tidak ada ilmu yang berhenti di tempat. Ilmu akan selalu berubah dan berkembang seiring zaman. Inilah yang perlu kita cermati. Kita tidak bisa melawan perubahan zaman, yang bisa kita lakukan adalah mengakulturasikan perubahan dan perkembangan zaman itu sesuai lingkungan kita dengan kebaikan – kebaikan yang ada didalamnya.

Tasikmalaya, 3 Januari 2014
@asepsandro_del

Ditulis Oleh : Asep Irwan ~asepsandro

Muh.Akram Anda sedang membaca artikel berjudul Identifikasi Libur yang ditulis oleh asepsandro yang berisi tentang : Dan Maaf, Anda tidak diperbolehkan mengcopy paste artikel ini.

Blog, Updated at: 19:42

0 komentar:

Post a Comment