Berkelahi Dengan Waktu

Written By Asep Irwan on Monday, 25 March 2013 | 21:34


Cak Sandro hari ini sedang sangat lelah. Sudah seminggu ini ia berada dalam keadaan yang super sibuk. Dari kesehariannya sebagai konselor anak, aktivitas menghidupi diri serta satu lagi kegiatan baru yang sudah dua bulan ini ia jalani. Sebenarnya kalau dipikir memang agak mengada-ada, toh masih banyak orang yang lebih padat aktivitasnya dibanding Cak Sandro (Helloow). Namun apapun dasar pemikirannya, yang jelas Cak Sandro saat ini sedang dalam kondisi yang kemudian ia sebut sebagai perkelahian melawan waktu. lebay!!!

Waktu bagi Cak Sandro saat ini adalah sebuah harga mati dalam perkembangan dan kelangsungan species seperti dirinya. Bagaimana tidak, sekarang ia bagai seorang presiden direktur dari sebuah korporat ternama yang setiap harinya selalu dihubungi dan diingatkan sekretaris bahwa “bapak hari ini ada janji atau meeting dengan pak ini jam segini ditempat ini”. Namun sayang beribu sayang, ia bukanlah seorang presiden direktur, ia juga tak punya seorang sekretaris yang selalu mengingatkan. Ia adalah seorang manusia biasa yang mencoba menemukan dirinya dengan segudang aktivitas yang ada.

Dalam pencarian dirinya itu Cak Sandro bertemu dengan Waktu. Waktu adalah sosok yang bersahabat sekaligus menakutkan. Dalam perjalanannya Cak Sandro sangat bersimpati dan respect dengan Waktu. Karena baginya Waktu adalah imajinasi dan sosok yang didambakan oleh dirinya. ia ingin memiliki karakter seperti Waktu yang ramah, gentleman dan tegas. Persahabatan Cak Sandro dan Waktu awalnya berjalan dengan biasa. Sampai suatu saat Cak Sandro harus melakukan sedikit teguran kepada Waktu karena ia mulai tak menggubris kegusaran yang dialami Cak Sandro.

Sekali lagi waktu menunjukkan karakternya.

“sudah ku bilang, aku memang seperti ini adanya”
“kau mau tak suka dengan sifatku, tak usah lagi kau berteman denganku”.

Jawaban yang menghentak dan sungguh sangat tegas.

Memang saat itu Cak Sandro sedang meminta waktu untuk sedikit toleran dengan apa-apa yang sedang ia kerjakan. Namun seperti itulah Waktu, ia merasa sudah sangat toleran, justru Cak Sandro yang dituduh tidak toleran dan tak menghargai dirinya. Selang beberapa saat kemudian terjadi perkelahian antara dua sahabat tersebut. Cak Sandro kalah, Waktu menang dalam pertarungan tersebut. Sekarang Cak Sandro sadar kalau memang ia yang salah. Cak Sandro sekarang dalam perenungan dan penyesalan tak berbatas.

“Benar apa yang dikatakan waktu, saya tak berhak mengatur – atur dirinya". Ujar Cak Sandro. Ia telah ingkar terhadap janji persahabatan yang telah ia sepakati. Janji yang kembali diingat Cak Sandro.

“jikalau kau ingin bersahabat denganku kau harus megikuti aku bukan aku yang mengikuti kau” kata waktu yang kemudian diamini oleh Cak Sandro.

Ia kembali merenung dan tak lama kemudian ia dikagetkan oleh suara Waktu yang datang dari belakang. Rupanya waktu ingin kembali membuka kesempatan untuk Cak Sandro memperbaiki dirinya dan tak untuk tak mengulang lagi kesalahannya.

Tanpa tedeng alih, Cak Sandro pun menerima persahabatan itu lagi. Kini Cak Sandro akan selalu berhati-hati dalam bersikap dan bertindak. Karena Waktu akan selalu hadir dan memberikan impact terhadap semua tindakan manusia kapanpun dan dimanapun.

Rawabelong, 24 Maret 2013
Asepsandro del Irwan

Ditulis Oleh : Asep Irwan ~asepsandro

Muh.Akram Anda sedang membaca artikel berjudul Berkelahi Dengan Waktu yang ditulis oleh asepsandro yang berisi tentang : Dan Maaf, Anda tidak diperbolehkan mengcopy paste artikel ini.

Blog, Updated at: 21:34

0 komentar:

Post a Comment