Manusia Separuh....

Written By Asep Irwan on Monday, 24 September 2012 | 21:44

"Dengarlah laraku... Suara hati ini memanggil namamu.... Karena separuh Aku - Dirimu....." (NOAH – Separuh Aku)

Lirik lagu yang sedang nge-hits diatas mungkin sudah cukup untuk menggambarkan bahwa manusia (sekarang) telah menjadi manusia separuh, separo kata orang Jawa. Separuh bisa berarti tidak penuh, setengah atau hilang sebagian. Namun apapun itu maknanya, konsep separuh sangat relevan dengan manusia Indonesia (saat ini). Essai ini sebenarnya berangkat dari catatan sebuah komunitas dialog bulanan di Jakarta. Dari catatan itu saya mendapat inspirasi tentang tulisan manusia separuh ini.

Manusia separuh adalah jenis manusia yang linglung, binggung atau galau bahasa anak sekarang. Mengapa demikian? Tidak lain tidak bukan karena manusia ini tidak secara penuh menjadi dirinya. Dia hanya menguasai separuh dari jiwanya, sisanya separuhnya dikuasai oleh jiwa selain dirinya. Ngeri nggak tuh... Jiwa selain dirinya gitu lho!! Tapi lu nggak perlu salto – salto kok buat bilang WOW....


Kembali ke bagian manusia “separuh” Indonesia. Seperti saya ungkap sebelumnya bahwa saat ini manusia Indonesia sedang berada pada kondisi separuh. Mereka kehilangan separuh jati dirinya, jiwanya dan bahkan dirinya sendiri. Mengapa seperti itu? Jawabnya adalah karena bangsa Indonesia sudah tak percaya lagi akan ke-indonesiaan-nya sendiri. Mereka lebih bangga dengan dunia Hollywood, K-POP dan Gangnam Style. Indonesia sekarang sedang mengalami krisis jati diri. Krisis yang menurut saya lebih berbahaya dari krisis ekonomi.



Mengambil konsep sejarah, manusia Indonesia sekarang sedang mengalami amnesia. Amnesia tingkat akut lebih tepatnya.... Mereka tak tahu identitas dirinya, mereka sudah tak tahu lagi tempat kelahirannya dan mereka sudah tak (merasa) tahu kebesaran bangsanya sendiri. Padahal jika mereka tahu mereka seharusnya tahu bahwa Labuan Bajo, Pesona gunung Bromo, Raja Ampat dan Danau Kumbolo, Karimun Jawa serta pulau Sempu sedang mendapatkan respon dua jempol dari para pelancong bule Barat. Lalu, jika seperti itu, mengapa pula kita harus bangga dengan foto-foto wisata Eropa kita yang kita upload via facebook.

Konyolnya, saking tak percaya-nya pada diri sendiri,pada akhirnya kontrak tambang freeport di Papua harus diperpanjang (lagi) untuk kesekian kalinya ke negeri Paman Sam. Apakah kita sudah benar-benar tak bisa mengelolanya, sampai-sampai harus melegonya ke pihak Asing? Atau kita memang sudah menjadi bagian warga asing tersebut hingga terjadi kongkalikong untuk mengibuli dan menyengsarakan rakyat yang menjadi tanggung jawabnya. Haduh,, Kali ini guwe bener-bener harus guling-guling dulu terus bilang WOW... buat Indonesia.... #Speechless4Indonesia



Ibarat bendera setengah atau separuh tiang, keadaan ini bagai berita duka yang mengharu biru. Sedih mendengarnya, karena saat itu pastinya semua orang sedang dalam nuansa memperingati kepergian manusia lain atau mungkin kepergian separuh dirinya. Semuanya menundukkan kepala, mengheningkan cipta, tak ada canda tawa sedikit pun saat itu. Keadaan menjadi buram dan tiba-tiba mereka baru sadar kalau dirinya telah menjadi manusia separuh.......

Ditulis Oleh : Asep Irwan ~asepsandro

Muh.Akram Anda sedang membaca artikel berjudul Manusia Separuh.... yang ditulis oleh asepsandro yang berisi tentang : Dan Maaf, Anda tidak diperbolehkan mengcopy paste artikel ini.

Blog, Updated at: 21:44

0 komentar:

Post a Comment